Ekspor Naik 15 Persen, Sektor Pertanian Bisa Jadi Andalan

19 Juli 2021 21:33 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

seorang petani tengah memanen cabe rawit di kebunnya di kawasan Depok.

JAKARTA – Sektor pertanian dinilai mampu menumbuhkan ekonomi nasional. Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus menyebut kinerja sektor pertanian mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Perlahan tapi pasti, pertanian menjadi sebuah jawaban sekaligus harapan dalam membangkitkan ekonomi nasional,” katanya di dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Juli 2021.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 naik sebesar 33,04% month-to-month (mtm) atau sebesar 15,19% secara year-on-year (yoy). Kontribusi tersebut didapat terutama dari komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung wallet.

Sementara, ekspor nonmigas secara nasional menyumbang sebesar 93,36% dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai US$18,55 miliar atau setara Rp267,1 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar Amerika Serikat).

“Ini menunjukkan bahwa pertanian merupakan sektor yang menjadi tumpuan dan harapan untuk ekonomi kita bangkit pada saat pandemi COVID-19,” ujar Firdaus.

Menurutnya, berbagai komoditas pertanian yang diekspor menunjukkan keberagaman Sumber Daya Alam (SDA) yang berpeluang menguatkan perdagangan internasional.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak turut serta membangun sektor pertanian dengan meningkatkan nilai tambah pada komoditas.

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta akselerasi ekspor melalui gerakan tiga kali ekspor (Geratieks). Gerakan tersebut mengakomodasi semua pelaku usaha untuk membuka lapangan kerja yang bermuara pada ekspor petani.

Berita Terkait