Ekspansi Penjualan, Matahari Department Store Bakal Buka 10 Gerai pada 2022

04 November 2021 12:36 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Sukirno

Ekspansi Penjualan, Matahari Department Store Bakal Buka 10 Gerai pada 2022. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA – Perusahaan ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membuka dua gerai baru pada akhir 2021 di Cianjur, Jawa Barat dan Batam, Kepulauan Riau. Hal itu diungkapkan oleh manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Selain itu, perseroan juga menargetkan untuk membuka sepuluh gerai baru pada 2022,” mengutip keterangan tersebut, Kamis, 4 November 2021.

Manajemen yakin, Inisiatif ini akan membuahkan hasil, diiringi dengan peningkatan kecepatan penjualan dan produktivitas kinerja.

Diketahui, sepanjang sembilan bulan pertama 2021 Matahari berhasil membalikkan kinerja dari semula rugi Rp616 miliar menjadi laba Rp438,6 miliar.

Manajemen menyebut, hal ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mulai melonggarkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Hal ini mengarah pada kunjungan mal yang semakin tinggi,” tulisnya.

Diketahui, pada awal September 2021 Matahari sudah membuka 100% gerainya. Berjalannya waktu, kinerja ini mengalami pemulihan positif hingga berlanjut pada Oktober 2021.

“Pemulihan kinerja Matahari mencapai lebih dari 70 persen dibandingkan dengan 2019,” tulis keterangan tersebut.

Manajemen mengaku, situasi berat dihadapi ketika PPKM Darurat diterapkan pada awal Juli 2021 melalui penutupan gerai selama dua bulan.

Saat itu, Matahari menutup sementara 117 gerai, sedangkan gerai yang tetap buka hanya di 31 lokasi dengan berbagai pembatasan, seperti ketentuan kapasitas maksimum, jam operasional, dan lain-lain.

Setelah pemerintah mulai mengizinkan mal buka dan makan di tempat dengan batasan waktu September 2021, kebijakan positif lainnya turut mengikuti yakni anak-anak di bawah usia 12 tahun diizinkan memasuki mal.

Hal ini turut mendongkrak pendapatan Matahari sehingga naik 23,6% year-on-year (yoy) dari Rp3,3 triliun per kuartal III-2020 menjadi Rp4,08 triliun pada periode ini.

Rinciannya, penjualan eceran menyumbang sRp2,51 triliun, penjualan konsinyasi Rp1,55 triliun, dan pendapatan jasa Rp8,4 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga membengkak, menjadi minus Rp1,48 triliun dari semula minus Rp1,36 triliun per kuartal III-2020.

Matahari pada periode ini mencatat penurunan total liabilitas menjadi Rp4,71 triliun. Padahal, per akhir 2020 total liabilitas Matahari sebesar Rp5,73 triliun. Sebaliknya, total ekuitas naik menjadi Rp1,05 triliun, dari Rp581,1 miliar per akhir tahun lalu.

Adapun kas dan setara kas Matahari per kuartal III-2021 tercatat sebesar Rp468,5 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp523,9 miliar per akhir 2020. Sementara itu, total aset juga turun dari Rp6,31 triliun menjadi Rp5,77 triliun pada periode ini.

Pada tahun ini, Matahari juga menargetkan EBITDA sebesar Rp1 triliun untuk dengan kas bersih positif, dan pinjaman bank nihil. Sementara untuk 2021, Matahari memproyeksikan EBITDA bisa mencapai Rp 1,8 triliun.

Berita Terkait