Ekspansi Organik, MCAS Berhasil Balikkan Rugi Menjadi Laba Rp99,5 Miliar per Semester I-2021

13 Agustus 2021 14:20 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Manajemen PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) saat pembukaan perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) / Dok. BEI

JAKARTA – PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) berhasil mencatatkan kinerja yang gemilang sepanjang semester I-2021.

Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi ini meraup laba yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp99,5 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, MCAS mengalami rugi Rp106,5 miliar.

Meski tumbuh tipis, pendapatan yang dicatat meningkat 2,1% year-on-year (yoy), yakni dari Rp6,13 triliun per semester I-2020 menjadi Rp6,26 triliun pada periode ini.

Head of Investor Relations MCAS Jo Cheah Zhuo En mengatakan, pendapatan tersebut didukung oleh ekspansi organik yang tumbuh 29,9% yoy per Juni 2021. Awalnya 184.710  titik distribusi per Juni 2020 menjadi 240.018 titik distribusi per Juni 2021.

“Pegangan kokoh pada pangsa pasar penjualan produk digital, membuktikan kegunaan infrastruktur yang luas,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 13 Agustus 2021.

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan top-line didorong oleh kontribusi dari pendapatan segmen Software-as-a-Service (SaaS) yang tumbuh sebesar 411,2% yoy menjadi Rp36,5 miliar.

Periode ini, MCAS juga menandai kontribusi perdana dari segmen clean energy yang dinaungi oleh PT Energi Selalu Baru (ESB). Resmi beroperasi secara komersial pada Juni lalu, segmen ini telah meraup pendapatan sebesar Rp1 miliar dan margin laba kotor 34,7%.

Seiring dengan meningkatnya skala bisnis clean energy, perseroan mengharapkan lebih banyak sinergi sehingga mampu menghasilkan profil pendapatan yang lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan.

Meskipun demikian, beban pokok pendapatan perseroan juga meningkat, dari Rp6,03 triliun per semester I-2020 menjadi Rp6,15 triliun per semester I-2021.

Namun, masih terlihat perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan modal kerja. Hal ini dibuktikan dengan arus kas operasi yang meningkat dari Rp81,9 miliar per semester I-2020 menjadi Rp207,8 miliar per semester I-2021.

Total liabilitas yang dibukukan perseroan mencapai Rp550 miliar, tumbuh dari Rp503 miliar per akhir 2020. Sementara itu, total ekuitas ikut naik dari Rp1,33 triliun per Desember 2020 menjadi Rp1,48 triliun per semester I-2021.

Adapun total aset MCAS per semester I-2021 tumbuh menjadi Rp2,03 triliun, dari sebelumnya Rp1,83 triliun per akhir 2020.

Berita Terkait