Ekosistem Digital Kredit Perumahan Telah Mapan, Bank BTN Bidik Peningkatan Aset 4 Persen

09 September 2021 14:24 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Ilustrasi rumah murah BTN. / Facebook @rumahmurahbtn

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membidik pertumbuhan aset 2%-4% year on year (yoy) pada 2021. Target itu bakal ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang diperkirakan meningkat 6%-8% yoy.

Wakil Direktur (Wadirut) BTN Nixon Nixon LP Napitupulu mengatakan semakin tingginya awareness masyarakat terhadap pencarian rumah secara daring mendorong optimisme perseroan terhadap kondisi kredit dan pembiayaan. Tidak heran, meski ada restriksi mobilitas, dirinya yakin target tersebut bisa dicapai perseroan.

“Jadi meski ada pademi COVID-19, orang-orang itu tetap mau beli rumah dan ini kami fasilitasi dengan layanan-layanan digital kami,” ungkap Nixon dalam paparan publik virtual, Kamis, 9 September 2021.

Nixon bilang, ekosistem digital BTN telah mengalami perkembangan pesat sejak adanya pandemi COVID-19. BTN diketahui turut terjun ke layanan perbankan digital dengan aplikasi BTN Mobile Banking.

Lalu, dalam urusan bisnis perumahan, perseroan juga mengembankan layanan BTN Properti untuk menyasar nasabah yang menginginkan rumah baru. Untuk pencarian rumah bekas dan terjangkau, BTN meluncurkan layanan Rumah Murah BTN.

“Ekosistem ini terus kami kembangkan, bahkan ada 3D untuk memastikan nasabah bisa melihat secara real penampakan rumahnya,” papar Nixon.

Untuk diketahui, hingga paruh pertama tahun ini, Sehingga, total aset BTN pada semester I-2021 ini menembus Rp380,51 triliun atau tumbuh 20,95% year on year (yoy)

Dengan pertumbuhan yang ditetapkan, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BTN diproyeksikan bertengger di level 3,7%-3,9%. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi semester I-2021 yang masih berada di kepala empat, tepat 4,10%.

Hingga semester I-2021, BTN mencatat pertumbuhan kredit hingga 5,59% yoy, didorong oleh segmen KPR subsidi yang melesat 11,17%.

Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN merangkak dari Rp260,11 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp265,90 triliun pada semester I-2021.

Di sisi lain, bank pelat merah ini menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) 5%-7% yoy. “Kami coba tingkatkan CASA atau dana murah untuk menjaga profitabilitas,” jelas Nixon.

BTN membidik  net interest margin (NIM)  mampu berada di level 3,4%-3,6% pada tahun ini. Sementara  return of equity  (ROE) ingin ditingkatkan BTN hingga menembus 11%-13%.

Berita Terkait