Ekonomi Mulai Pulih, APLN Bidik Perbaikan Kinerja dari Proyek Premium Bukit Podomoro Jakarta

11 September 2021 16:32 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Bukit Podomoro di Jakarta Timur, properti milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) / Foto: Agung Podomoro (Bukit-podomoro.net)

JAKARTA – Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berupaya mengerek pendapatan dari proyek hunian mewah pada sisa tahun ini. APLN berharap adanya proyek baru, Bukit Podomoro Jakarta bisa menjadi katalisator untuk meningkatkan kinerja keuangan di tahun ini.

Marketing Director APLN Agung Wijaya mengatakan ekonomi yang tumbuh pesat pada kuartal II-2021 menjadi sinyal kebangkitan bisnis properti di Indonesia. Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2021 mencapai 7% year on year (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh signifikan 7% pada kuartal II-2021. Ini sinyal bisnis bangkit. Ini memunculkan optimisme untuk hadirkan hunian premium di Ibu Kota Jakarta,” jelas Agung dalam virtual launching, Sabtu, 11 September 2021.

Bukit Podomoro Jakarta berdiri di lahan seluas 9,6 hektare (Ha) di Jakarta Timur. Agung menyebut proyek ini bisa menjadi magnet baru hunian mewah di DKI Jakarta.

Sementara itu, Chief Marketing Officer (CMO) APLN Zaldy Wiharja menyebut Bukit Podomoro Jakarta memiliki konsep living in style yang sesuai dengan gaya hidup dinamis masyarakat Jakarta.

Konsep ini menggabungkan kemewahan dan aksesibilitas yang terjangkau di Jakarta. Hal ini tampak dari adanya clubhouse premium yang disediakan APLN bagi seluruh penghuni Bukit Podomoro Jakarta.

Hunian ini juga memiliki aksesibilitas yang terjangkau. Hanya perlu 20 menit dari Bukit Podomoro Jakarta untuk sampai ke pusat kota Jakarta, yakni Monumen Nasional (Monas).

“Konsep living in style kita persembahkan ini untuk masyarakat Jakarta. Konsep kita adalah gaya hidup modern dengan clubhouse terbaik yang premium, dengan adanya f&B evenue dan sektor komersial dan bisnis yang menunjang kebutuhan penghuni,” papar Zaldy dalam kesempatan yang sama.

Zaldy optimistis proyek ini bisa meningkatkan pendapatan perseroan dari segmen rumah tinggal. Hingga semester I-2021, segmen rumah tinggal menyumbangkan pendapatan Rp421 miliar.

Nilai itu lebih rendah dibandingkan dengan penjualan apartemen yang mencapai Rp554 miliar. Lalu, ada pendapatan dari kios dan gerai Rp42,3 miliar, rumah kantor Rp14,4 miliar, penjualan tanah Rp12,3 miliar, dan rumah toko sebesar Rp2,3 miliar.

Sementara itu, dari pendapatan sewa menyumbang sebesar Rp352 miliar, hotel sebesar Rp148 miliar, dan lain-lain Rp6 miliar.

Sepanjang semester I-2021, emiten properti ini juga berhasil mencatatkan pra penjualan (marketing sales) sebesar Rp1 triliun di luar pajak pertambahan nilai (PPN).

Capaian marketing sales tersebut melonjak 90% dari catatan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester I-2020, APLN hanya mencatat marketing sales sebesar Rp532 miliar.

Adapun 79% dari marketing sales ini diperoleh melalui penjualan Podomoro Park di Bandung, Podomoro City Deli Medan, Pakubuwono Spring dan Podomoro Golf View di Cimanggis. Angka ini diproyeksikan bertumbuh seiring adanya proyek Bukit Podomoro Jakarta.

Namun, APLN membukukan rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp407 miliar pada periode ini. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp19,3 triliun, dengan total ekuitas Rp10,9 triliun. 

Untuk total aset, APLN berhasil membukukan Rp30,2 triliun terdiri dari aset lancar Rp11,09 triliun dan aset tidak lancar Rp19,1 triliun.

Berita Terkait