Ekonomi Global Bisa Susut 1%

JAKARTA – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menganalisis penyusutan ekonomi global sentuh angka 17 pada 2020.

Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN-DESA) mengatakan penurunan pertumbuhan akan terus terkontraksi jika pandemi COVID-19 tidak direspons olhe keobjakan fiskal yang memadai.

“Diperlukan langkah-langkah kebijakan yang mendesak dan berani, tidak hanya untuk menahan pandemi dan menyelamatkan nyawa, tetapi juga melindungi kelompok masyarakat paling rentan dari risiko tekanan ekonomi,” kata Liu Zhenmin, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial.

Dari semua negara yang terkena dampak ekonomi, negara berkembang merupakan yang paling rentan terguncang, terutama pada negara yang mengandalkan sektor pariwisata dan ekspor komoditas. Hal ini karena terkontraksinya produksi manufaktur global dan susutnya wisatawan di seluruh dunia,

Oleh karenanya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati terus berkolaborasi dengan seluruh negara anggota G-20 untuk menyelesaikan pandemi global ini secara kolaboratif. Aksi para negara anggota G-20 disambut baik oleh Badan Penerbangan Sipil PBB dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional yang mengeluarkan kebojakan fiskal yang berani untuk melindungi industri perjalanan internasional.

Di sisi lain, akibat tersendatnya aktivitas produksi, maka akan meningkatkan rasio utang negara. Dalam hal ini, PBB menyarankan agra pemerintah membatasi pengeluaran publik di saat pemerintah tengah mengguyur banyak sektor dengan berbagai stimulus.

Kepala Ekonom dan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Pembangunan Ekonomi, Elliot Harris menyebut segala tindakan saat ini adalah upaya mengembalikan situasi menjadi kembali normal dan melindumgi masyarakat rentan dunia serta memperjuangkan pembangunan yang berkelanjutan.

Tags:
ekonomi globalPBBPelemahan ekonomi global
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: