Efek Kasus Corona Melandai, Penjualan Hand Sanitizer KINO Turun

16 November 2021 11:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Efek Kasus Corona Melandai, Penjualan Hand Sanitizer KINO Turun

JAKARTA – Penjualan emiten consumer goods, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mengalami penurunan secara tahunan pada kuartal III-2021. Salah satu segmen penjualan yang mengalami penurunan adalah perawatan tubuh (personal care).

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino, Budi Muljono mengatakan bahwa salah satu produk pada segmen personal care yang mengalami penurunan penjualan yakni hand sanitizer. Menurutnya hal ini berdampak pada keseluruhan penjualan perseroan pada periode tersebut.

Padahal, kata dia, perseroan merupakan salah satu ‘pemain’ yang cukup cepat bergerak pada saat pandemi di akhir 2019 dengan meningkatkan kapasitas produksi. Sehingga, terjadi lonjakan yang signifikan pada produk itu selama beberapa bulan di awal pandemi.

“Namun saat ini sudah sangat banyak brand hand sanitizer yang beredar di pasar sehingga penjualan perseroan menjadi turun pada tahun ini,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 16 November 2021.

Kendati begitu, lanjut Budi, pihaknya berupaya melakukan pemulihan pada kinerja perseroan. Di antaranya dengan mempertahankan eksistensi dari instance hand sanitizer di pasar.

Selain itu, Kino juga akan meningkatkan penjualan produk-produk personal care lainnya yang mengalami penurunan serta menyiapkan strategi untuk produk-produk tersebut setelah ekonomi mulai membaik.

Kino mencatatkan penjualan Rp2,93 triliun pada kuartal III-2021, turun 5,75% dari Rp3,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Khusus segmen personal care, penjualan turun 26% dari Rp1,59 triliun menjadi Rp1,17 triliun per September 2021. 

Di bursa, saham KINO terkoreksi 1,88% ke level harga Rp2.090 pada penutupan perdagangan Senin, 15 November 2021. Pada hari ini, saham KINO juga terpantau masih mengalami downtrend dan berada pada level harga Rp2.080 menjelang akhir sesi pertama.

Berita Terkait