Dukung UMKM, Bos Shopee Ungkap Penjualan Cross Border Sudah Kurang dari 3 Persen

15 September 2021 14:29 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Mitra UMKM Shopee / Dok. Shopee

JAKARTA – Direktur Shopee Indonesia, Christin Djuarto memastikan, UMKM lokal terus diberi ruang yang luas untuk menguasai pasar domestik di e-commerce.

Setelah mengeluarkan kebijakan pembatasan akses penjual lintas negara (cross border), Shopee mencatat jumlahnya sejak awal terus menyusut. Hingga kini, penjual cross border tercatat kurang dari 3% dari total penjualan Shopee.

“Kami melihat masyarakat, khususnya sejak pandemi ini sangat concern dengan UMKM. Maka itu kami batasi penjualan cross border dan kini jumlahnya terus turun hingga kurang dari 3 persen,” kata Christin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi VI DPR RI, Rabu 15 September 2021.

Adapun kategori produk yang dibatasi, yaitu hijab, atasan muslim wanita, bawahan muslim wanita, dress muslim, atasan muslim pria, dan bawahan muslim pria. Kemudian outerwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, peralatan salat, batik, dan kebaya.

Dengan pembatasan ini, ia berharap pelaku UMKM makin mendapatkan tempat dan akhirnya menjadi penguasa ekonomi di Tanah Air. 

Pembatasan cross border ini diakui Christin tidak mengurangi penjualan Shopee. Sebaliknya, pembatasan ini justru meningkatkan porsi penjualan UMKM yang berpengaruh positif pada bisnis Shopee.

Diungkapkannya kebijakan pembatasan ini diyakini mampu melindungi sekaligus mendorong inovasi produk UMKM lokal agar semakin memiliki daya saing di pasar global.

Upaya untuk mengoptimalkan potensi UMKM tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan pembatasan. Namun juga pelatihan intensif melalui berbagai program yang diselenggarakan Shopee. 

Sebagai informasi, Shopee diketahui sempat merajai jumlah kunjungan bulanan sepanjang 2020, sayangnya di awal tahun ini harus tergeser sedikit ke peringkat dua. Shopee tercatat memiliki pengunjung situs bulanan sebanyak 124,40 juta. 

Berita Terkait