Dukung Transisi Energi, PLN Targetkan Pembangkit EBT 648 MW Beroperasi Tahun Ini

09 Februari 2022 19:42 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Laila Ramdhini

Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). (itmg.co.id)

Jakarta – Perusahaan setrum pelat merah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menargetkan pengoperasian pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas sebesar 648 megawatt (MW) pada 2022. Dengan begitu, total target pembangkit EBT sampai dengan tahun 2025 oleh PLN adalah sebesar10,6 GW.

Langkah itu merupakan bentuk upaya PLN guna mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi karbon yang menjadi salah satu agenda penting dalam Presidensi G20 Indonesia.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Evy Haryadi menuturkan perseroan terus melakukan pembangunan pembangkit EBT dalam mendukung pemerintah mencapai target net zero emission pada 2060 mendatang.

"Untuk tahun ini, kami menargetkan penambahan kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 648 MW, terdiri dari pembangkit tenaga surya, air, panas bumi, angin hingga sampah," ujar Evy dalam acara seminar dikutip Rabu, 9 Februari 2022.

Evy merinci pembangkit listrik EBT yang ditargetkan penambahannya adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang beroperasi sebesar 108 MW dan tambahan kapasitas pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan total kapasitas sebesar 53 MW. 

Untuk pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) akan bertambah sebanyak 154 MW, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 287 MW, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) sebesar 2 MW, dan penambahan pada pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) sebesar 43 MW.

Dari sebaran wilayah, daerah Jawa, Madura, dan Bali akan mendominasi bauran pembangkit EBT dengan total kapasitas terpasang saat ini mencapai 9,6 gigawatt (GW). Sedangkan Sumatera saat ini sudah mempunyai kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 5,2 GW.

Untuk Kalimantan, kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 1,7 GW. Sulawesi mempunyai 2,2 GW pembangkit EBT dan wilayah Maluku, Papua dan Nusa Tenggara kapasitas terpasang pembangkit EBT nya sebesar 2,05 GW.

Selain itu, sesuai rencana pemerintah yang akan mempensiunkan PLTU tahun 2026, PLN akan memastikan konversi pembangunan PLTU menjadi pembangkit listrik EBT baseload. EBT baseload adalah konsep menjadikan pembangkit EBT sebagai tumpuan energi primer bagi kelistrikan Indonesia.

Secara bertahap, mulai 2026, PLN akan menambah kapasitas pembangkit listrik EBT baseload sebesar 100 MW. Di 2027 akan bertambah menjadi 265 MW dan di 2028 bertambah lagi 215 MW.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerangkan proses memensiunkan dini PLTU dan mengkonversinya menjadi pembangkit EBT membutuhkan dukungan dana investasi yang tidak sedikit.

“Rencana pensiun dini untuk pembangkit listrik tenaga batu bara dan mengkonversi menjadi pembangkit EBT akan dimungkinkan dengan dukungan investasi. Penutupan 5,5GW PLTU akan dimungkinkan sebelum 2030 dengan investasi Rp120 triliun,” ujar Luhut dalam Mandiri Invesment Forum 2022, Rabu, 9 Februari.

Adapun, penambahan kapasitas terpasang pembangkit EBT baseload ini juga akan dilakukan oleh PLN hingga 2029 dengan total kapasitas sebesar 280 MW dan terakhir di 2030 sebesar 150 MW.

Berita Terkait