Duh! Laba Wika Gedung Kuartal I-2021 Merosot 34,94 Persen

29 Mei 2021 08:32 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) / Wika.co.id

JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp53,11 miliar pada kuartal I-2021. Angka ini merosot 34,94% dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp81,64 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan WEGE di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini turun 18,63% menjadi Rp779,02 miliar pada kuartal I-2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, WEGE mencatatkan pendapatan sebesar Rp957,49 miliar.

Pendapatan ini didominasi oleh jasa konstruksi yang sebesar Rp772,3 miliar atau 99,13% dari total pendapatan WEGE. Pendapatan pos ini sendiri turun 18,64% dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp949,25 miliar.

Selain jasa konstruksi, industri menyumbang Rp3,46 miliar terhadap total pendapatan WEGE. Selanjutnya, konsesi menyumbang Rp1,76 miliar dan properti Rp1,5 miliar.

Di sisi lain, WEGE dapat mencatatkan peningkatan pendapatan lainnya menjadi Rp20,74 miliar, meroket 117,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya Ro9,52 miliar. Meski begitu, beban keuangan membengkak 3 kali lipat lebih atau 331,69% menjadi Rp14,03 miliar dari sebelumnya Rp3,25 miliar.

Akibat turunnya pendapatan dan laba, posisi kas WEGE pun tertekan. Terdapat penurunan Rp820,73 miliar yang membuat kas dan setara kas akhir periode menjadi Rp687 miliar. Jumlah ini turun 54,39% dari kas dan setara awal tahun Rp1,51 triliun.

Dari sisi liabilitas, jumlahnya tercatat senilai Rp3,5 triliun. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp2,77 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp735 miliar. Sementara itu, jumlah ekuitas WEGE per kuartal I-2021 tercatat Rp2,24 triliun.

Total aset pun tercatat sebesar Rp5,75 triliun pada kuartal I-2021. Ini terdiri dari aset lancar senilai Rp4,36 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp1,38 triliun. (SKO)

Berita Terkait