Dugaan KNKT Ihwal Penyebab Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Hancur Lebur

January 11, 2021, 10:59 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Tim gabungan mengangkat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil di evakuasi dari lokasi pencarian jatuhnya pesawat di perairan Kepulauan Seribu di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hancur saat menghantam permukaan laut dari ketinggian 10.000 kaki.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menduga, pesawat diperkirakan jatuh dalam keadaan utuh dan tidak meledak di udara. Hal itu berdasarkan hasil temuan serpihan pesawat dalam keadaan normal, sehingga tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara.

“Enggak ada hal yang mencurigakan. Tidak ada kerusakan, ya memang hancur, tapi hancurnya natural karena benturan ke air,” ujarnya saat dimintai keterangan di sebuah stasiun televisi Tanah Air, beberapa waktu lalu.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Sub Komite IK Penerbangan Nurcahyo Utomo. Ia mengungkapkan, puing-puing pesawat yang ditemukan tersebar di wilayah yang tak begitu luas.

“Kemungkinan pecah berkeping-keping saat menghantam perairan. Jika meledak di udara, puing-puing akan tersebar lebih luas,” ungkapnya, dilansir dari Reuters, Senin 11 Januari 2021.

Walaupun demikian, KNKT baru dapat memastikan penyebab sebenarnya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, setelah menemukan dan mempelajari informasi dari black box (kotak hitam). Saat ini, KNKT telah menemukan titik lokasi dua kotak hitam pesawat nahas tersebut.

Sementara, tim evakuasi sejak beberapa waktu lalu terus membawa puing-puing pesawat yang ditemukan di perairan Kepulauan Seribu menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Beberapa temuan antara lain pecahan badan pesawat berwarna biru dan merah, khas maskapai Sriwijaya Air dan bagian lain dari ekor pesawat. (SKO)