Dua Ular Paling Mematikan di Dunia Ditemukan Sedang Kawin di Pipa Pembuangan

06 November 2021 20:11 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Laila Ramdhini

(null)

QUEENSLAND – Salah satu ular paling mematikan di dunia tertangkap sedang kawin di dalam sebuah pipa pembuangan rumah dan harus ditarik ekornya untuk keluar dari pipa, menurut laporan berita. 

Dua Ular Cokelat Timur (Pseudonaja textilis), yang merupakan hewan asli Australia dan New Guinea, merayap ke dalam sebuah pipa rumah di Nambour, Queensland, Australia dan sedang ada di tengah-tengah sesi kawin ketika penangkap ular datang dan menginterupsi kegiatan mereka.

Interupsi dari penangkap membuat pejantan dari pasangan itu berdesis ganas, dan ular mematikan itu hampir mendaratkan beberapa gigitan pada penangkap sebelum kedua ular tersebut berhasil ditangkap dalam sebuah karung. Adegan menegangkan itu terekam dalam video dan bisa dilihat dalam laman Facebook Sunshine Coast Snake Catchers 24/7.

“Saat kami tiba, kepala ular itu ada di dalam pipa sehingga aku dapat menyelinap. Aku menangkap keduanya secara bersamaan tetapi salah satu terlepas saat aku menarik mereka keluar dari pipa,” tulis Stuart McKenzie, pemilik perkumpulan penangkap ular sekaligus penangkap kedua ular, dalam deskripsi unggahannya. 

“Untungnya aku dapat memasukkan keduanya dalam karung dengan bantuan [rekan] Olivia.”

Terlepas dari perjuangan yang melelahkan, mengganggu kegiatan ular tersebut adalah keputusan yang tepat. Ular cokelat timur adalah ular dengan bisa paling berbahaya kedua di dunia; menurut Museum Australia, reptil yang bergerak cepat, agresif, dan mudah menjadi ganas ini membunuh lebih banyak orang di Australia dibanding ular lainnya. 

Ular dengan bisa paling berbahaya kedua di dunia setelah Taipan pedalaman ini dapat secara cepat berkembang biak di daerah berpenduduk dan dapat masuk ke rumah-rumah dengan mudah melalui celah-celah kecil dan sempit. 

Faktanya, ular tersebut hanya perlu untuk menyuntikkan 0,00014 ons (4 miligram) racun ke dalam tubuh korban, manusia atau lainnya, sebelum campuran kuat dari neurotoksin, cardiotoksin, dan prokoagulan memulai proses peningkatan kelumpuhan, serangan jantung, dan pendarahan tak terkendali. Dalam beberapa kasus, seseorang akan mati karena gigitan ular setelah racunnya mengakibatkan pendarahan di otak.

Walaupun biasanya ular-ular ini merupakan spesies yang “waspada dan gugup”, menurut Museum Australia, mereka akan “menyerang tanpa ampun” saat terancam atau terkejut, seringnya akan meringkuk dalam bentuk ‘s’ yang ketat sebelum menerjang penyerang mereka.

Bulan Oktober adalah musim kawin bagi ular, oleh karena itu McKenzie dan penangkap ular lainnya telah menjumpai peningkatan aktivitas ular karena mereka berkeliaran mencari pasangan. Dalam video itu, penangkap ular tetap terlihat gugup, meskipun memiliki keahlian dan memakai pakaian tebal dan empuk.

“Kau baru saja mengganggunya dari sesi kawin yang menyenangkan, aku juga akan kesal,” kata rekan kerja McKenzie, Olivia, dalam video tersebut.

Berita Terkait