DPR Restui Tambahan Anggaran di Kementerian Investasi Jadi Rp1,32 Triliun pada 2022

09 Juni 2021 13:40 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengikuti rapat dengan komisi VI DPR RI, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui penambahan anggaran di Kementerian Investasi untuk 2022.

Tambahan anggaran ini dinilai DPR perlu untuk mendukung tingginya target penarikan investasi dari Presiden Joko Widodo terhadap Kementerian anyar tersebut.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gge Linggih menyebut semua anggota setuju penambahan anggaran di Kementerian investasi untuk 2022 sebesar Rp608,5 miliar. Dengan demikian, pagu anggaran Kementerian Investasi pada 2022 mencapai Rp1,32 triliun.

Pagu anggaran Kementerian pimpinan Bahlil Lahadalia itu naik 85% dibandingkan 2021 yang sebesar Rp711,5 miliar.

“Dukungan apa pun yang menjadi susulan Menteri Investasi terkait anggaran kami setujui,” kata Gge dalam rapat dengan pendapat dengan Kementerian Investasi, dikutip Rabu, 9 Juni 2021.

Sebelum mendapat restu DPR, Bahlil lebih dulu mengeluhkan anggaran yang kecil di Kementerian tersebut. Meski sudah berstatus Kementerian, Bahlil menilai anggaran Rp711,5 untuk tahun ini tidak optimal untuk mendatangkan investasi.

Padahal, saat masih berupa Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), anggaran yang didapat mencapai Rp930 miliar. Di sisi lain, Bahlil dibebankan target investasi selangit dari Jokowi.

“Ketika masih badan anggaran kita tinggi, tapi begitu naik ke kementerian anggarannya diturunkan,” ungkap Bahlil.

Jokowi menargetkan Bahlil untuk menarik investasi Rp900 triliun pada 2021. Target tersebut secara gradual naik menjadi Rp1.100 triliun-Rp1.200 triliun pada 2022.

“Investasi kita itu sebenarnya Rp985 triliun atau maksimal Rp1.127 triliun. Tapi permintaan Bapak Presiden kepada kami itu menjadi Rp1.200 triliun,” kata Bahlil.

Bahlil menuturkan target tersebut memang naik sekitar 30% dari target tahun ini yang juga diminta Presiden Jokowi mencapai Rp900 triliun.

Padahal, berdasarkan rencana strategis (restra) Kementerian Investasi/BKPM 2020-2024 tahun ini target realisasi investasi sebesar Rp858,5 triliun.

Hingga triwulan I-2021, dari target investasi tahun ini sebesar Rp900 triliun, sudah terealisasi sebesar Rp219,7 triliun. Meski masih dalam kondisi pandemi COVID-19, aliran investasi asing langsung (FDI) dinilai telah membaik.

“FDI kita sudah membaik meski masih COVID-19, sudah naik jadi 51-52 persen dibandingkan 2020. Posisi kita sudah agak sedikit memberi secercah harapan,” kata Bahlil Lahadalia.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyebaran investasi telah semakin merata ditunjukkan dengan semakin banyaknya investasi di luar Jawa, baik investasi asing maupun dalam negeri. (RCS)

Berita Terkait