Dongkrak Ekspor Dan Nilai Devisa Dengan Holtikutura

15 September 2021 22:19 WIB

Penulis: Panji Asmoro

Editor: Ismail Pohan

Nampak petani tengah memanen buah jambu biji merah di kawasan desa Cibening, Pamijahan, Bogor, Rabu 15 September 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hortikultura adalah salah satu subsektor pertanian yang mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Airlangga menjelaskan, pada tahun 2020, ekspor hortikultura sebesar USD 645,48 juta. Meningkat sebesar 37,75 persen dibanding tahun 2019. Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan dimana selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020. 

Nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 389,9 juta, meningkat 30,31 persen dibanding tahun 2019 dengan lima negara tujuan utama yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.  "Dari sisi produksi buah, dari tahun 2000 hingga 2020, rata-rata pertumbuhan produksi buah Indonesia pertahun meningkat rata-rata 6,06 persen," kata Menko Airlangga. Namun ironisnya, lanjut dia, peningkatan produksi ini tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah. 

Rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan tahun 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari, turun sebesar 1,4 persen dibanding 2019. Angka konsumsi hanya sebesar 59,04 persen dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari. Menteri mengajak masyarakat untuk mencintai dan mengkonsumsi buah sehingga ikut mendorong perekonomian daerah dan perekonomian nasional. Konsumsi buah nusantara untuk menjaga imunitas tubuh. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

 

Berita Terkait