Dolar AS Melemah Imbas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Surut, Rupiah Ditutup Perkasa

24 November 2022 16:03 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi mata uang rupiah. (dok. Pixabay.)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup perkasa seiring dengan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah akibat menyurutnya ekspetasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Menurut data perdagangan Bloomberg, Kamis, 24 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat 21 poin di posisi Rp15.665 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 23 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat pula sebesar 10 poin di level Rp15.686 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS mengalami pelemahan seiring dengan prospek laju kenaikan suku bunga yang melambat pada bulan Desember.

Prospek tersebut diperkuat oleh pernyataan para pejabat The Fed yang mengatakan bahwa pihaknya memiliki peluang besar untuk melambatkan pengerekan suku bunga mengingat tingkat inflasi negeri Paman Sam yang mulai melandai.

Pernyataan yang diungkapkan dalam risalah pertemuan The Fed pada 1-2 November 2022 pun mengumumkan bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi keniscayaan, namun untuk besarannya kemungkinan akan disurutkan.

"Dolar AS secara luas melemah pada hari Kamis, 24 November 2022, karena investor mendorong prospek laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari Federal Reserve dan bertaruh pada aset berisiko," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Kamis, 24 November 2022.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan akhir pekan, Jumat, 25 November 2022, nilai kurs rupiah berpotensi menguat lagi di rentang Rp15.640-Rp15.690 perdolar AS. 

Berita Terkait