Divestasi Anak Usaha Sumbang 11 Persen Pendapatan Jasa Marga pada Semester I-2021

28 Juli 2021 21:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Jaringan jalan tol JORR II akan beroperasi secara fungsional menjelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menyebut kedua jalan tol tersebut, yakni jalan tol Serpong-Cinere dan jalan tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran yang masing-masing dikelola oleh PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) dan PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC). / Kementerian BUMN

JAKARTA – Divestasi rupanya menjadi pemacu di balik kenaikan laba bersih sebesar 709% dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR). Di akhir Juni 2021, JSMR melepas 14% sahamnya di anak usaha PT Marga Lingkar Jakarta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi divestasi ini membuat JSMR mendapat tambahan pendapatan senilai Rp788,74 miliar. Jumlah ini setara 11% dari total pendapatan Jasa Marga yang mencapai Rp6,77 triliun.

Marga Lingkar Jakarta sendiri merupakan anak usaha yang mengelola Jakarta Outer Ring Road West (JORR) 2 Ulujami-Kebon Jeruk.

Selain itu, jalan tol tersebut juga ikut menyumbangkan pendapatan operasional ke JSMR sebesar Rp130,80 miliar sepanjang semester I-2021. Realisasi itu naik dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy) sebesar Rp114,42 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan JSMR merangkak naik dari Rp6,77 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp6,88 triliun pada semester I-2021.  Pendapatan itu terdiri dari segmen jalan tol Rp5,32 triliun, pendapatan usaha lainnya Rp410,26 miliar dan pendapatan konstruksi Rp1,23 triliun.

Sementara itu, Emiten pelat merah ini berhasil memompa laba bersih 709.25% dari Rp105,73 miliar pada akhir semester I-2020 menjadi Rp855,63 miliar pada semester I-2021.

Divestasi ini mempengaruhi posisi aset perseroan yang susut pada semester I-2021. Total aset JSMR menurun 1% dari Rp104,08 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp103,04 triliun pada semester I-2021.

Total liabilitas jangka pendek, yang meliputi utang usaha, utang kontraktor, utang pajak, hingga utang bank secara kumulatif susut menjadi Rp12,71 triliun dari sebelumnya Rp14,98 triliun. Adapun liabilitas jangka panjang JSMR hanya naik tipis menjadi Rp64,99 triliun dari sebelumnya Rp64,38 triliun pada semester I-2020.

Kendati demikian, total liabilitas JSMR tetap berkurang dari Rp79,31 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp77,72 triliun pada semester I-2021. Ekuitas JSMR hingga akhir Juni 2021 ini parkir di level Rp103,04 triliun. Angka ini turun tipis dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp104,08 triliun.

Berita Terkait