Ditinggal Kasai Universal, Bank Aladin Syariah Langsung Kedatangan Sister Company Bank Capital

18 Oktober 2021 20:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

PT Bank Net Syariah Tbk (BANK) atau Bank Aladin / Dok. Perseroan (Aladinbank.id)

JAKARTA - PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) ditinggalkan investor dengan kepemilikan saham lebih dari 5%. Kasai Universal Inc yang menggengan 742,83 juta saham atau setara 5,47% itu memutuskan untuk menjual saham BANK.

Transaksi itu dilakukan pada Jumat, 18 Oktober 2021. Di hari yang sama, BANK kedatangan sistem company dari PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Capital Life Syariah. 

Perusahaan yang masuk dalam Capital Financial Group ini memborong 611,53 juta lembar saham BANK dan kini menggenggam 4,62% kepemilikan Bank Aladin Syariah. 

Dengan menggunakan alamat kantor yang berbeda, Capital Life Syariah juga melakukan transksi pembelian saham BANK sebanyak 89,85 juta lembar atau setara 0,68%. Hingga kini, masih ada dua investor dengan kepemilikan lebih dari 5% yang masih mengoleksi saham BANK.

Investor tersebut antara lain  PT Aladin Global Ventures, yakni 60% atau setara 7,98 miliar saham. Lalu, disusul oleh Bortolo International Ltd sebanyak 2,64 miliar saham atau 19,97%. 

Sementara 3,44 % atau 1,77 miliar saham lain dimiliki oleh investor publik. Di saat yang bersamaan, Bank Aladin tengah menjalankan proses penambahan modal melalui skema rights issue. 

akan melakukan aksi korporasi rights issue sebanyak 2 miliar saham atau setara 13,21% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah rights issue. 

Aksi penambahan modal dengan nilai nominal Rp100 per lembar ini dilakukan Bank Aladin untuk menambah modal inti untuk mengejar batas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar Rp2 triliun pada akhir 2021.

Secara kinerja keuangan, BANK berhasil menurunkan kerugian hingga 136,87% year on year (yoy) pada semester I-2021.

Berdasarkan prospektus perseroan, rugi komprehensif BANK menyusut dari Rp83,14 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp22,39 miliar pada semester I-2021. Hal ini ditopang oleh pendapatan pengelolaan dana atau mudharib yang tumbuh 8,60% yoy. 

Sementara untuk pendapatan dana bagi hasil atau syirkah temporer BANK terperosok dari 45,71% dari Rp70 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp38 miliar pada semester I-2021. Hal ini dipicu oleh menurunnya pendapatan dari deposito mudharabah. 

Bank Aladin belum lepas dari kerugian lantaran beban operasional lainnya  yang masih tinggi. Total beban operasional lainnya BANK melejit 79,41% yoy dari Rp24,09 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp43,22 miliar pada semester I-2021.

Berita Terkait