Diterpa Utang Indonesia yang Terus Naik dan Ketegangan China-Taiwan, Nilai Kurs Rupiah Tertekan

05 Agustus 2022 13:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Yosi Winosa

Ilustrasi mata uang rupiah (Pixabay)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah terus mengalami tekanan seiring dengan utang Indonesia yang terus naik, dan ketegangan China-Taiwan yang terjadi di pekan ini pun turut berimbas kepada pelemahan mata uang garuda.

Nilai kurs rupiah ditutup melemah 21,5 poin di level Rp14.932,5 perdolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 4 Agustus 2022, menurut pantauan Bloomberg.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat, 5 Agustus 2022, nilai kurs rupiah dibuka di level Rp14.896,5 perdolar AS.

Pada pantauan pukul 11.41 WIB, nilai kurs rupiah masih melemah di level yang sama, Rp14.896,5 perdolar AS.

Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, nilai kurs rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp14.920-Rp14.970 perdolar AS.

Ibrahim juga mengemukakan bahwa pasar saat ini terus memantau perkembangan utang Indonesia yang masih mengalami kenaikan.

Pemerintah memastikan utang Indonesia sebesar Rp7.123 triliun masih dalam batas aman dan wajar meskipun jumlahnya meningkat Rp121 triliun dibanding bulan Mei 2022.

"Sedangkan rasio utang terhadap PDB (produk domestik bruto) dalam batas aman dan wajar, serta terkendali diiringi dengan diversifikasi portofolio yang optimal," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Jumat, 5 Agustus 2022.

Utang pemerintah didominasi oleh surat berharga negara (SBN) dengan porsi sebesar 88,46%, dan hingga akhir Juni 2022, penerbitan instrumen tercatat sebesar Rp6.301,88 triliun.

Penerbitan ini terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas). SBN domestik tercatat sebesar Rp4.992,52 triliun dan terbagi menjadi surat utang negara (SUN) senilai Rp4.092,03 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) Rp900,48 triliun.

Sementara, SBN valas tercatat sebesar Rp1.309,36 triliun dengan rincian SUN senilai Rp981,95 triliun dan SBSN Rp327,4 t riliun.

Berdasarkan mata uang, utang pemerintah didominasi oleh rupiah, yakni sekitar 70,29%. Saat ini, kepemilikan oleh investor asing terus menurun dari 38,57% pada tahun 2019 ke 15,89% per 5 Juli 2022.

"Walaupun pemerintah memberikan sinyal aman terhadap utang pemerintah, namun pelaku pasar sedikit goyah karena kondisi pasar global yang terus tertekan akibat resesi teknikal di beberapa benua, salah satunya AS dan Eropa, serta ketegangan China dan Taiwan akibat kedatangan Pelosi," ungkap Ibrahim.

Sebagai informasi, Taiwan menerima kunjungan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi pada hari Selasa, 2 Agustus 2022.

China pun melakukan protes terhadap kunjungan itu dengan menghentikan pengiriman pasir dan buah hingga produk perikanan untuk Taiwan.

Selain itu, China juga dilaporkan telah menembakkan proyektil ke Selat Taiwan pada Kamis, 4 Agustus 2022. Pihak militer Taiwan pun menyatakan kesiapannya jika terjadi konfrontasi langsung.

Pelosi mengungkapkan bahwa kehadirannya di Taiwan adalah bentuk dukungan terhadap negara tersebut yang dinilai AS telah menerima serangkaian tindakan intimidasi dari China.

"Ini pernyataan tegas bahwa Amerika mendukung Taiwan sebagai mitra demokratis kami karena membela diri dan kebebasannya," kata Pelosi dikutip dari Washington Post, Jumat, 5 Agustus 2022.

Kedatangan Pelosi pun pada gilirannya memperoleh kecaman dari China karena Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayah mereka. Beijing menilai bahwa kunjungan Pelosi seolah menjadi bentuk pengakuan atas kedaulatan Taiwan.

Berita Terkait