Disuntik Rp363 Miliar, Fuse Insurtech Perluas Ekspansi di Asia Tenggara

13 Desember 2021 12:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

Fuse Bantu Asuransi Melalui Ekosistem Digital (Doc Fuse)

JAKARTA – Perusahaan insurtech, Fuse mengantongi pendanaan perpanjangan Seri B sebesar US$25 juta atau sekitar Rp363 miliar. Sehingga total pendanaan Seri B berjumlah lebih dari US$50 juta atau setara dengan Rp725 miliar. 

Putaran Seri B Plus ini diikuti oleh sejumlah investor yaitu East Ventures (Growth Fund), GGV Capital, eWTP, dan Emtek Grup. Total, selama enam bulan terakhir, Fuse merampungkan tiga putaran pendanaan, yakni Seri B, Seri B tambahan dan Seri B Plus. 

“Dana segar yang didapatkan dari putaran Seri B Plus ini akan digunakan untuk membawa platform Fuse ke lebih banyak negara di Asia Tenggara,” kata Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung, dalam pernyataan resmi, Senin 13 Desember 2021.

Berdiri pada 2017, perusahaan yang masuk daftar World's Top 100 Insurtechs 2021 ini merupakan pelopor insurtech pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi untuk memungkinkan penjualan asuransi dengan model bisnis B2A/ Business to Agent/ Broker

Saat ini Fuse merupakan insurtech yang memiliki bisnis model B2A, B2C comparison, B2B2C (asuransi mikro dan financial institute), yang memungkinkan untuk membantu partner mendistribusikan produk asuransi dengan biaya operasional yang terjangkau kepada end-customer.

Fuse saat ini memiliki lebih dari 60 ribu tenaga pemasar/partner yang menggunakan aplikasi Fuse Pro. Fuse juga bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan asuransi, mulai dari perusahaan asuransi umum hingga perusahaan asuransi jiwa, yang mendukung Fuse untuk menyediakan lebih dari 300 produk asuransi bagi end-customer. 

Sejak kuartal ketiga 2021, Fuse telah resmi ditunjuk oleh Tokopedia sebagai mitra insurtech strategis untuk menghadirkan semua produk asuransi umum bagi user Tokopedia. 

Pada September lalu, pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/ GWP) Fuse untuk tahun 2021 telah melampaui Rp1 triliun, yang menjadikan Fuse sebagai perusahaan insurtech terbesar di Indonesia. 

“Kami sangat percaya bahwa transformasi asuransi digital dapat membantu lebih banyak orang mendapatkan proteksi asuransi, dan semoga tingkat penetrasi asuransi dapat meningkat secara substansial di tahun-tahun mendatang di Indonesia maupun Asia Tenggara,” pungkas Andy.

Berita Terkait