Diserang Drone, Setengah Produksi Minyak Aramco Saudi Berhenti

Produksi minyak di dua fasilitas Aramco Saudi di Riyadh yang diserang oleh gerilyawan Houthi untuk sementara terhenti. Hal ini mengakibatkan sekitar setengah dari total produksi minyak harian perusahaan terhenti.

Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, dikutip oleh Saudi Press Agency (SPA) mengatakan serangan itu telah menyebabkan gangguan sekitar 5,7 juta barel minyak mentah, atau sekitar 50 persen dari total produksi perusahaan.

Menteri juga menjelaskan bahwa ledakan menghentikan produksi sekitar 2 miliar kaki kubik senyawa petrokimia per hari yang digunakan untuk menghasilkan 700 ribu barel cairan gas alam, mengurangi pasokan etana dan gas alam lainnya sekitar 50 persen.

Namun serangan itu tidak mengakibatkan dampak pada pasokan listrik dan air, atau pada pasokan bahan bakar ke pasar lokal. Selain itu juga tidak mengakibatkan cedera di antara para pekerja di situs-situs ini,.

Menteri Energi Saudi juga menekankan serangan itu merupakan perpanjangan dari kampanye Houthi baru-baru ini yang menargetkan minyak dan fasilitas sipil, stasiun pompa dan kapal tanker minyak di Teluk Arab, menunjukkan bahwa serangan itu menargetkan keamanan minyak dunia.

Saudi Aramco, raksasa bahan bakar fosil milik negara, mengoperasikan dan mengendalikan sebagian besar produksi kilang minyak dan ladang minyak kerajaan.

Kebakaran menghantam kilang minyak Abqaiq, wilayah Timur negara itu, serta fasilitas pemrosesan minyak di dekat ladang minyak Khurais, yang terletak 100 mil di timur Riyadh.

Gerakan oposisi Yaman Houthi yang bersenjata mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Menurut sebuah pernyataan dari pasukan bersenjata Houthi yang disiarkan oleh saluran TV Almasirah, kelompok itu menyerang kilang minyak Abqaiq dan Khura dengan 10 drone, operasi Houthi terbesar di wilayah Saudi hingga saat ini, menurut juru bicara.

Pangeran Mahkota Muhammad bin Salman mengatakan kepada Presiden Amerika Donald Trump melalui saluran telepon bahwa “kerajaan bersedia dan mampu menghadapi dan menangani agresi teroris ini.”

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan terhadap ladang minyak Saudi Aramco dan mendesak masyarakat internasional “untuk secara terbuka dan tegas mengutuk serangan Iran”.

Pasukan bersenjata Houthi sebelumnya melakukan serangan pesawat tak berawak ke ladang minyak Shaybah dan kilang Riyadh, mendorong serangan balasan oleh Saudi pada target di Yaman utara.

Yaman dilanda perang saudara sejak 2015 antara pasukan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abdrabuh Mansour Hadi yang diasingkan dan faksi oposisi politik Houthi yang bersenjata. Koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara terhadap Houthi atas permintaan Hadi sejak Maret 2015.

Tags:
%d blogger menyukai ini: