Dirut Aviata Ungkap Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata pada 2023

10 Februari 2022 01:44 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Rizky C. Septania

Dirut Aviata Ungkap Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata pada 2023/foto: Dok. Kemenparekraf

JAKARTA – Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Aviata Dony Oskaria mengungkapkan, sudah mempersiapkan serangkaian acara untuk meningkatkan traffic sektor pariwisata di Indonesia saat masa pemulihan di 2023.

Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) 2022, Dony Oskaria mengatakan strategi yang akan dilakukan Aviata merupakan pendukung untuk pemulihan sektor pariwisata di 2023 yang terbagi menjadi empat subkluster.

“Dari empat subkluster ini kita akan melakukan fundamental improvement dalam mempersiapkan diri pada saat pemulihan di 2023,” kata Dony dalam webinar, Rabu, 8 Februari 2022.

Subkluster Airport

Pada subkluster ini akan dilakukan restrukturisasi pada bandara agar menjadi pengelola bandara kelas dunia. 

Kemudian, berfokus pada retail yang diharapkan bandara di Indonesia tidak hanya menjadi terminal untuk keberangkatan dan kedatangan. Tapi, lebih dari itu untuk dijadikan destinasi yang membuat pengunjung menjadi nyaman bertransaksi di bandara.

Selanjutnya, dilakukan juga strategi kemitraan bersama DPS, UPG, BTH, KNO, CGK dan diterapkannya konsep green airport ecosystem development.

Subkluster Airlines

Pada strategi ini akan dilakukan launching airlines di pasar medium service pada 2022 yang diharapkan mampu mengisi kekosongan jumlah airlines yang menghubungkan Indonesia setelah pandemi.

Subkluster Destination Management

Subkluster ini akan dilakukan transformasi HIN yang ditargetkan prosesnya selesai sebelum 2023 serta menjadikan travel management dan hotel operatorship

Untuk jumlah hotel operatorship pada 2022 berjumlah lebih dari 19 hotel dan 2023 lebih dari 65 hotel.

Setelah itu akan ada launching transformasi bisnis Sarinah menjadi retail management. Pada Maret 2022 akan menjadi soft opening dan openingnya akan dilakukan pada Juni sebagai pusat dirintisnya produk-produk Indonesia asli. Tentunya, kehadiran Sarinah nanti diharapkan mampu meningkatkan traffic pariwisata.

Dan, transformasi bisnis taman wisata Candi Borobudur (TWC) menjadi heritage management yang di antaranya sedang dilakukan perbaikan master plan Borobudur dan melakukan perbaikan pada 12 destinasi bersama Perusahaan Hutan Negara Indonesia (Perhutani).

Subkluster Aviation Services dan Cargo

Strategi pada subkluster ini akan diperkenalkan pada akhir 2022 dengan melakukan kemitraan strategi bersama cargo village bandara CGK.

Berita Terkait