Dipercantik, Proyek KSPN Candi Borobudur Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

17 April 2021 12:29 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

JAKARTA – Kawasan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah menjadi satu dari lima destinasi super prioritas yang dirancang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Tergabung dalam pembangunan Kawasan Strategis Parwisata Nasional (KSPN), sejumlah pemugaran dilakukan untuk mempercantik kawasan wisata ini. Kabarnya, pembangunan yang dipasrahkan pada PT Brantas Abipraya (Persero) ini ditargetkan rampung pada akhir 2021. 

Manajer proyek KSPN Borobudur Dwi Satio merinci, perbaikan kawasan dilakukan secara menyeluruh. Pembangunan itu meliputi Gerbang, rest area, jalur akses budaya, area concourse, dan area parkir dan kawasan Pedagang. 

“Dengan adanya gerbang penanda pada titik-titik strategis yang dibangun sesuai identitas Borobudur ini, nanti dapat mempermudah para wisatawan agar semakin terarahkan dengan jelas jalan masuk menuju Borobudur,”  kata Dwi dalam keterangan resmi, Sabtu 17 April 2021.

Daya Tarik Gerbang Megah Borobudur

Pembangunan gerbang menjadi salah satu senjata utama kawasan ini dalam menggaet wisatawan. Ada tiga gerbang yang saat ini tengah dibangun Brantas Abipraya antara lain gerbang Palbang, gerbang Blondo, dan gerbang Salaman-Kembanglimus .

Gerbang Palbapang dibuat sebagai penanda kawasan dari arah Yogyakarta yang berjarak sekitar 8 kilometer dari Candi Borobudur. Di sini Brantas Abipraya akan menyelesaikan ikon gerbang penanda kawasan yaitu patung singa, hall atau ruang serbaguna, ruang pengelola atau security dan MEP (Mechanical Electrical & Plumbing), toilet dan lanskap taman.

Sementara itu, Gerbang Blondo berfungsi untuk menyambut wisatawan dari arah Semarang, Jawa Tengah yang berjarak 9,5 kilometer dari Candi Borobudur. Adapun rincian pembangunan gerbang ini antara lain, pengerjaan ikon gerbang kawasan berupa citra Pohon Kalpataru, tempat beribadah, toilet, bike station, ruang MEP dan pengelola juga area parkir.

Gerbang Salaman-Kembanglimur merupakaan pintu masuk terbesar yang dibangun di kawasan ini. Gerbang ini merupakan penanda masuk wisatawan dari arah Purworejo, Jawa Timur.

Pembangunan gerbang ini meliputi fasilitas seperti kios cinderamata, kios kuliner, mushola dan toilet, panggung terbuka, pendopo yang dapat digunakan sebagai hall multifungsi, area parkir serta ruang utilitas dan pengelola.

Gerbang Salaman-Kembanglimus juga bakal dilengkapi dengan tempat pengolahan sampah dengan teknologi TPS3R. Untuk diketahui, Teknologi TPS3R merupakan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah.

Pengelolaan sampah dengan teknologi ini diklaim solusi terbaik dalam mengatasi persoalan dan dampak yang ditimbulkan oleh sampah, khususnya di kawasan wisata.

“Ini adalah upaya untuk turut melestarikan kawasan Borobudur sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) dan mengembangkan kawasan Borobudur sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas.

Dalam menunjang akses, pembangunan ini akan meliputi penataan jalur aksis budaya Mendut – Pawon – Borobudur. Cakupannya meliputi pembangunan Jembatan Pejalan Kaki Kali Elo, Jembatan Pejalan Kaki Kali Progo, Jalan Lingkungan Permukiman Bojong, Jalur Pejalan Kaki Tepian Kali Progo, Koridor Jalan Balaputradewa serta Penataan Sendang Lanang dan Wadon Wanurejo. (RCS)

Berita Terkait