Dinilai Tampilkan Konten Tak Senonoh Pada Game-nya, Tencent Digugat Kelompok di China

02 Juni 2021 11:01 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Sumber; Website Tencent

JAKARTA – Perusahaan teknologi terbesar China, Tencent digugat oleh sebuah kelompok kepentingan publik China.

Gugatan tersebut dilayangkan di Pengadilan Beijing pada Selasa atas dasar implementasi undang-undang anak di bawah umur yang diamandemen.

Pasaknya, kelompok tersebut menilai Tencent telah menyajikan konten tak senonoh pada game besutannya, Honor of Kings yang banyak dimainkan oleh anak-anak di bawah umur.

Dalam sebuah postingan di media sosialnya, kelompok kepentingan ini menyebut bahwa sejumlah karakter mengenakan pakaian mini. Selain itu, alur cerita yang ditampilkan juga merusak citra sejumlah tokoh sejarah sehingga mengurangi rasa hormat terhadap budaya tradisional.

“Pakaian karakter game terlalu terbuka, sementara ada banyak. Konten dengan selera rendah yang tidak pantas untuk remaja di situs web dan forumnya,” kata grup itu dalam postingannya sepeti dikutip dari Reuters Rabu, 2 Juni 2021.

Kelompok tersebut juga mempermasalahkan sistem undian atau gacha dalam game sebagai penyebab pemain di bawah umur menghabiskan waktu untuk bermain lebih lama.

Sebagai informasi, Pemerintah China telah membatasi jam anak remaja untuk bermain video game lantaran khawatir akan isu kerusakan mata.

Tencent pun telah mematuhi aturan tersebut dengan menerapkan sistem anti-kecanduan yang mereka katakan membatasi waktu bermain pengguna muda.

Honor of Kings sendiri merupakan salah satu game populer yang dibuat oleh Tencent. Pada November lalu, Tencent mengatakan Honor of Kings sebagai permainan yang gratis untuk diunduh dengan rekor 100 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia. Namun, dalam permainan tersebut memiliki konten berbayar. (RCS)

Berita Terkait