Dimulai Sejak 1996, Waskita Karya (WSKT) Targetkan Jalan Tol Becakayu Rampung Maret 2022

27 Desember 2021 21:00 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Vega Aulia

Waskita Karya Targetkan Tol Becakkayu Rampung di 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan proses pembangunan jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) mulai dari seksi 1 (Prumpung) sampai seksi 2A Ujung (Bekasi Barat), rampung pada Maret 2022 sejak dimulai pembangunannya dari tahun 1996.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan lalu lintas harian di Tol Becakayu pada satu sisi sudah mencapai 17.000 kendaraan per hari yang melintas.

“Sehingga jalan Tol Becakayu ini terlihat jelas manfaatnya salah satunya mempermudah akses masyarakat ke tujuan manapun,” kata Direktur Utama Waskita Karya Destiawan dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin, 27 Desember 2021.

Pada Jumat lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke pembangunan jalan Tol Becakayu ditemani oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Marves Luhut menjelaskan pembangunan jalan Tol Becakayu dimulai dari 1996 dan sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan, oleh karenanya proyek ini harus segera diselesaikan.

Adapun perkembangan pembangunan jalan tol tersebut kini telah mencapai 96,74%. Saat nanti rampung, tol ini akan berdampak luas untuk melancarkan traffic lalu lintas mulai dari Cawang sampai Tambun.

“Saya akan bawa proyek ini ke rapat koordinasi (Rakor) agar Tol Becakayu bisa digunakan di 2022 karena penyelesaiannya hingga seksi 2B (dari Bekasi Barat sampai Tambun) sangat penting untuk menyambung ruas Tol Becakayu hingga tuntas,” kata Menko Luhut.

Terkait pendanaan Tol Becakayu didapatkan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sehingga masih terus berjalan. Selain itu, investasi pembangunan tol juga akan terus didorong masuk ke Indonesia.

Lebih lanjut, Luhut menambahkan kalau proyek ini segera diselesaikan akan ada banyak manfaat yang didapat terutama dalam hal menangani kemacetan dan memberi akses jalan lebih mudah. 

Berita Terkait