Dikirim ke Ukraina, Panzerfaust 3 akan Bertarung dengan Musuh Sejatinya

02 Maret 2022 10:23 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Panzerfaust 3 (Bundeswehr)

KIEV-Jerman telah mengizinkan Belanda untuk mengirimkan Panzerfaust 3 ke Ukraina guna membantu negara tersebut melawan serangan Rusia. Jika nanti benar-benar digunakan, maka senjata tersebut akan bertemu dengan musuh yang memang menyebabkan dia diciptakan. Musuh tersebut adalah  tank T-72 yang banyak digunakan Rusia dalam agresinya.

Panzerfaust 3  adalah peluncur roket anti-tank Jerman yang sering hanya disebut sebagai  Pzf 3//. Nama Panzerfaust sendiri telah digunakan Jerman untuk memberi nama  peluncur roket anti-tank mereka sejak Perang Dunia II.

Pengembangan Pzf 3  dimulai pada tahun 1978 dengan tujuan untuk mengalahkan tank tempur utama Soviet terbaru T-72 dan T-80. Panzerfaust 2 yang digunakan saat itu tidak dapat menembus armor tank baru tersebut. Demikian juga Carl Gustaf dan Armbrust yang relatif baru juga tidak mampu.

Prototipe awal Panzerfaust 3 diselesaikan pada 1979 dan tes pertama diselesaikan pada 1980 dan produksi tingkat rendah dimulai setelah uji coba pada tahun 1987. Pada tahun yang sama senjata ini mencapai kemampuan operasional awal dengan tentara Jerman Barat.

Pada saat diperkenalkan, Panzerfaust 3 adalah salah satu senjata dengan performa tertinggi di kelasnya. Versi yang disempurnakan dari Panzerfaust 3 bahkan masih menjadi salah satu peluncur roket anti-tank paling mumpuni di dunia saat ini.

Pada tahun 1989 Jepang menjadi pelanggan ekspor pertama senjata ini disusul  Swiss pada tahun 1991. Kedua negara memperoleh lisensi produksi untuk peluncur roket ini.

Uniknya Angkatan Darat  Jerman justru secara resmi baru mengadopsi senjata ini pada tahun 1992. Artinya pemilik belum menggunakan, negara lain justru sudah membelinya.

Tank T-27 Rusia/Russia MOD

Adopsi yang berlarut-larut dari Jerman  terutama disebabkan karena jatuhnya Uni Soviet dan reunifikasi Jerman Timur dan Barat.

Operator lain dari senjata ini adalah Austria, Belgia, Irak, Italia, Mauritius, Belanda, Peru dan Korea Selatan. Senjata ini digunakan oleh pasukan Kurdi. Pasukan khusus Amerika dilaporkan sempat menguji senjata tersebut tetapi tidak ada kabar tentang pebelian. Beberapa sumber melaporkan bahwa lebih dari 250.000 peluncur roket anti-tank ini telah diproduksi.

Hulu ledak

Laras tabung peluncuran memiliki kaliber 60 mm, sedangkan roket berukuran besar memiliki kaliber 110 mm. Desain seperti itu dipilih karena memungkinkan untuk mengupgrade senjata hanya dengan mendesain roket yang lebih besar. Dalam hal ini tidak perlu mendesain ulang seluruh peluncur untuk mengakomodasi roket baru.

Roket DM12A1 baseline yang digunakan memiliki hulu ledak High Explosive Anti-Tank (HEAT) multiguna. Roket dapat digunakan untuk melawan tank, kendaraan lapis baja dan struktur. Hulu ledak mampu menembus lapis baja setebal 800 mm.

Selama uji coba Panzerfaust 3 menembus armor depan tank T-72 dan bahkan membuat lubang keluar di turret.

Namun roket asli ini tidak memiliki muatan tandem hingga tidak efektif melawan tank yang dilengkapi dengan Explosive Reactive Armor (ERA). Untuk mengatasi kekurangan ini, versi roket yang lebih baru dan lebih baik dengan hulu ledak tandem HEAT diperkenalkan.

Selanjutnya hulu ledak dapat dengan mudah diaktifkan untuk menghasilkan efek High Explosive Squash Head dengan tidak memperpanjang probe. Mode ini digunakan untuk menyerang bangunan dan kendaraan lapis baja ringan. Juga dapat digunakan menembus dinding untuk memungkinkan masuk paksa ke dalam bangunan.

Panjang peluncur dalam mode tembak adalah 1,35 m dengan probe diperpanjang dan 1,23 m dengan probe ditarik.

Setelah roket diluncurkan, alat tembak dikeluarkan dari tabung kosong dan digunakan kembali. Perangkat tembakan seberat 2,3 kg ini dirancang untuk digunakan kembali hingga 5 kali.

Panzerfaust 3 memiliki countermass yang hampir menghilangkan backblast. Fitur ini sebelumnya digunakan pada Armbrust. Hal ini memungkinkan untuk menembakkan senjata di gedung-gedung dan  ruang terbatas lainnya.

Senjata ini memiliki optical scope perbesaran 2.5x yang memiliki jangkauan penglihatan 400 m. Tidak ada sight cadangan untuk penggunaan darurat. Namun senjata ini dapat dipasang dengan penglihatan penglihatan malam tambahan NSA 80.

Semua varian Panzerfaust 3 memiliki jangkauan efektif 300 m terhadap target bergerak dan 400 m terhadap target diam. Pada jarak 300 m, senjata ini memiliki probabilitas serangan 90% terhadap tank. Pada jarak 200 m probabilitas pukulan ini meningkat menjadi 95%.

Jangkauan efektif dapat diperpanjang dengan melengkapi unit pengendalian tembakan Dynarange. Dengan unit ini terpasang, Panzerfaust 3 memiliki jangkauan efektif 600 m terhadap target  bergerak.

Jangkauan maksimum adalah 920 m dan roket menghancurkan diri sendiri di luar jangkauan ini. Menariknya Panzerfaust 3 bisa digunakan untuk melawan target yang berada dekat dengan operator. Senjata ini dapat digunakan untuk melawan target yang hanya berjarak 15 m. Senjata juga dikenal cukup mudah untuk digunakan.

Banyak varian

Panzerfaust 3 telah berkembang di banyak varian. Salah satunya adalah  Bunkerfaust yang merupakan  versi anti-struktur dan sering kali  hanya disebut sebagai Bkf. Senjata ini dirancang khusus untuk pertempuran perkotaan.

Ada juga varian Panzerfaust 3-T yang menggunakan roket dengan hulu ledak HEAT tandem. Dan Panzerfaust 3-IT yang dapat mengalahkan tank terbaru dan lapis baja berat dengan lapis baja reaktif. Beberapa sumber melaporkan bahwa varian menembus lebih dari 900 mm pelindung baja. Jika benar maka  penetrasi di belakang ERA bisa sekitar 700 mm.

Pengembang mengklaim bahwa versi ini mampu menembus pelindung depan tank tempur utama T-80U Rusia. Penetrasinya juga cukup untuk menembus armor tank M1A2 Abrams Amerika dan Challenger 2 Inggris. 

Dalam hal penetrasi dan jangkauan, Panzerfaust 3-IT mengungguli banyak peluncur roket anti-tank lainnya, termasuk RPG-29 Vampir Rusia, RPG-30 dan RPG-32. Hanya RPG-28 Rusia yang lebih kuat.

Varian lain adalah Panzerfaust 3 LWD yang merupakan versi yang lebih ringan. Varian ini menggunakan roket 90 mm yang beratnya 8 kg. Senjata ini dapat digunakan untuk melawan tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya. Namun itu tidak akan efektif melawan tank tempur utama lapis baja berat. 

Berita Terkait