Batal Merger dengan Gojek, Grab Kini Dikabarkan Bakal IPO di Amerika, Berapa Valuasinya?

January 18, 2021, 09:05 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Driver ojek daring GrabBike dan Gojek berhenti dipersimpangan jalan kawasan Kebun Jeruk, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Unicorn start up Grab diisukan bakal menggelar initial public offering (IPO) di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) tahun ini. Reuters melansir, aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut dari tingginya minat investor untuk mencicipi saham Grab.

Salah satu sumber menyebutkan, dari aksi ini Grab bakal meraup dana sedikitnya $2 miliar atau Rp28 triliun (kurs Rp14.000 per dolar AS). Ini bakal menjadi salah satu aksi IPO terbesar di Asia Tenggara.

“Pasarnya bagus dan bisnis saat ini berjalan lebih baik dari sebelumnya. Hal ini pasti akan berjalan baik bagi investor publik,” kata sumber itu, Senin, 18 Januari 2021.

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, soal waktu dan ketetapannya masih difinalisasi dan tergantung kondisi pasar. Manajamen Grab di Singapura, juga menolak berkomentar ketika ditanyai perihal rencana IPO ini.

Gagal Merger dengan Gojek

Saat ini mayoritas saham Grab masih dimiliki oleh SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group. Perusahaan in telah berkembang pesat sejak awal berdirinya pada 2012 di Malaysia.

Saat ini, Grab telah menjadi perusahaan start up dengan valuasi menyentuh US$16 miliar atau Rp224 triliun. Grab juga telah melayani berbagai keperluan, termasuk solusi finansial. Grab bahkan telah mendapatkan lisensi bank digital di Singapura.

Pada akhir 2020, perusahaan telah berhasil mengembalikan pendapatannya seperti masa sebelum pandemi COVID-19. Seluruh pendapatan perusahaan telah balik modal di seluruh pasar operasinya, termasuk Indonesia.

Rencana IPO ini datang usai diskusi merger bersama Gojek gagal. Saat ini, Gojek dan Tokopedia tengah dalam pembicaraan untuk merger dengan potensi kepemilikan aset hingga US$18 miliar.