Dikabarkan akan Rights Issue Rp13,9 Triliun, Begini Tanggapan BRI

January 07, 2021, 03:34 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Gedung BRI di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. / Bri.co.id

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menampik pemberitaan terkait rencana penggalangan dana lewat skema rights issue dengan target dana sebesar US$1 miliar atau setara Rp13,9 triliun (asumsi kurs Rp13.900 per dolar AS).

“Pemberitaan tersebut tidak benar,” ungkap Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto saat dihubungi TrenAsia.com, Kamis, 7 Januari 2021.

Saat ini, kata dia, perseroan memfokuskan untuk kinerja dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Diharapkan, ekonomi masyarakat bisa pulih, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sebagai informasi, sebuah sumber yang dikutip Bloomberg hari ini, menyebutkan bank bersandi BBRI ini akan bekerja sama dengan penasihat penggalangan dana setelah paruh pertama tahun ini. Hal ini dilakukan untuk memperkuat modal dan potensi akuisisi.

Isu ini sendiri muncul setelah adanya penandatanganan kesepakatan merger unit usaha syariah milik BRI dengan kedua bank pelat merah lain, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada Oktober 2020.

Di samping itu, wacana semakin berkembang setelah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkali-kali menyebut, dalam waktu dekat akan ada pembentukan holding pemberdayaan UMKM.

Rencana aksi korporasi ini melibatkan sejumlah perusahaan pelat merah, yakni BRI, PT Pegadaian (Persero), serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Langkah pemerintah mengonsolidasikan ketiga perusahaan tersebut salah satunya untuk membuat pendataan terpadu UMKM dan Ultra Mikro.

Berita Terkait