Dijual di Harga Premium, Hary Tanoe Dapat Untung Gede dari Private Placement BMTR Rp154,95

JAKARTA – PT Global Mediacom Tbk milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo kembali meneguk dana segar dari aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMETHMETD) atau private placement. Sebanyak 549,48 juta saham baru diterbitkan emiten bersandi emiten BMTR itu pada 17 September 2020 lalu.

Harga saham yang diterbitkan dipatok Rp282 per lembar. Dengan harga tersebut, BMTR dipastikan telah mendapat kucuran dana Rp154,95 miliar. Marco Prince Corp. disebut menjadi pembeli siaga yang menyerap seluruh saham tersebut.

“Dana yang diterima perseroan setelah dikurangi biaya-biaya terkait PMHMETD akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan,” tulis Direksi BMTR di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dinukil Selasa 22 September 2020.

Dengan skema private placement ini, maka kini porsi kep3milikan saham BMTR juga turut terdelusi. PT MNC Investama Tbk. (BHIT) yang sebelumnya memiliki 49,99% saham, kini surut jadi 47,76%. Sementara Lo Keng Hong (LKH), investor kakap Indonesia atau Warren Buffet-nya Indonesia yang sebelumnya hanya memiliki porsi 1,01% saham, saat ini naik jadi 6,01%.

Penambahan porsi saham LKH didapat dari hasil pembelian saham BMTR pada periode Agustus 2020. Kala itu, LKH membeli sebanyak 7,6 juta lembar saham BMTR dalam 7 kali transaksi dengan nominal Rp199-Rp204 per lembar.

Cuan Besar

Dari hasil pembelian LKH itu bisa diketahui bahwa harga yang dibeli Marco Prince Corp terhadap saham BMTR kali ini termasuk dalam harga premium. Apalagi pada pembukaan bursa Selasa 22 September 2020, harga saham BMTR juga masih di level Rp218 per lembar.

Jika dihitung dari patokan harga tersebut, maka nilai pembelian saham BMTR idealnya berada di kisaran Rp119,78 miliar. Dengan harga yang berbanding cukup jauh ini, keuntungan BHIT selaku pemegang utama saham BMTR ditaksir mencapai Rp35,17 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan BHIT per Maret 2020, Harry Tanoesoedibjo menguasai sebanyak 19,74% saham BHIT melalui HT Investment Development LTD. Plus 7,85% melalui PT Bhakti Panjiwara dan atas nama pribadi sebesar 3,32%.

Sebelumnya, PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) anak usaha BMTR juga sempat melakukan private placement pada 27 Agustus 2020. Sebanyak 600 saham baru diterbitkan dengan nominal Rp100 per lembar, dan harga pelaksanaan Rp855 per lembar. Total transaksinya mencapai Rp513 miliar.

Tags:
bmtrHarry TanosudibjoHeadlinekonglomerat indonesiaPrivate PlacementPT Global Mediacom Tbk
Fajar Yusuf Rasdianto

Fajar Yusuf Rasdianto

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: