Dihantam COVID-19, Airy Room Resmi Setop Operasi di RI

May 07, 2020, 09:53 PM UTC

Penulis: Sukirno

Logo Airy. / Facebook @AiryIndonesia

Perusahaan rintisan (start-up) berbasis perhotelan, Airy, memutuskan untuk menghentikan operasionalnya di Indonesia. Kabar ini datang melalui surat yang dikirimkan Airy kepada para mitranya.

Mengutip Techinasia.com di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2020, penghentian operasional perusahaan akan berlangsung setelah 31 Mei 2020. “Kami tidak akan memberikan layanan kepada para mitra,” tulis manajemen Airy.

Manajemen Airy beralasan, pihaknya sudah berusaha menangkal dampak dari pandemi COVID-19. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan. “Dan memutuskan untuk menghentikan kegiatan bisnis kami secara permanen,” tambah manajemen Airy.

Dalam sebuah wawancara dengan Techinasia belum lama ini, CEO Airy Louis Alfonso Kodiatie sempat optimistis. Dia mengatakan, perusahaan sedang menjaga tingkat profitabilitas dalam menangkal dampak dari pandemi COVID-19. Terlebih, tingkat hunian mitra Airy sangat terdampak.

Bahkan, Louis yakin, dengan teknologi dan kualitas layanan yang tepat, Airy dapat bangkit dan memulihkan bisnis seperti sediakala.

Dengan keputusan ini, maka Airy menjadi start-up ke dua setelah Stoqo yang terdampak langsung dari pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebagai informasi, Airy merupakan accomodation network orchestrator (ANO) yang bermitra dengan berbagai hotel budget di seluruh Indonesia. Airy mencatat lebih dari 1.000 unit kamar hotel di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Solo, Padang, Makassar, Medan dan beberapa kota lainnya di Indonesia.

Airy yang didirikan pada 2015 mengoperasikan 2.000 properti dengan 30.000 kamar di dunia. Di Indonesia, Airy juga bermitra dengan unicorn Traveloka. (SKO)