Diguyur Dana Kompensasi dan Subsidi Rp452,5 Triliun, Keuangan Pertamina dan PLN Disebut Membaik

24 November 2022 19:29 WIB

Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Laila Ramdhini

Diguyur Pemerintah Capai Rp452,5 Triliun untuk BBM dan Listrik, Keuangan Pertamina dan PLN Membaik

JAKARTA - Pemerintah telah menggelontorkan dana kompensasi sebesar Rp268,1 triliun serta subsidi Rp184,5 triliun untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Dengan demikian total dana kompensasi untuk kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sebesar Rp452,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, pada 2021 kompensasi untuk BBM dan listrik sebesar Rp48 triliun. Pada 2022, pagu anggaran kompensasi dinaikkan menjadi sekitar Rp293 triliun dan telah dibayarkan sebanyak Rp268,1 triliun.

"Dalam hal ini, total kompensasi nanti akan mencapai Rp293 triliun dan kita sudah membayarkan Rp268,1 triliun," kata Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA, Kamis, 24 November 2022.

Adapun belanja segmen ini mendominasi belanja non Kementerian dan Lembaga (K/L) yang hingga Oktober realisasinya mencapai Rp917,7 triliun atau 67,7% terhadap APBN.

Sri Mulyani menilai kucuran dana ini menyebabkan kondisi keuangan PLN dan Pertamina menjadi lebih baik. 

Sementara, dana alokasi subsidi juga mengalami kenaikan. Pada 2021, alokasi subsidi sebesar Rp144 triliun, dan naik pada 2022 menjadi Rp283 triliun. Realisasi subsidi lebih tinggi dipengaruhi oleh peningkatan volume penyaluran barang bersubsidi dan kenaikan harga produk BBM dan gas alam cair (LPG).

Jika rinci, realisasi penyaluran BBM jenis solar dan minyak tanah sebanyak 13,3 juta kilo liter, dibandingkan periode yang sama tahun lalu baru 11,7 juta kilo liter. 

LPG 3 kg sebanyak 5,8 metrik ton, listrik bersubsidi 38,7 pelanggan, subsidi perumahan 152,2 ribu unit dan penyaluran KUR Rp 301,3 Triliun.

“Ini gambar pemulihan ekonomi jadi mobilisasi dan permintaan terhadap BBM mengalami kenaikan,” kata Sri.

Berita Terkait