Dikepung Paylater E-Commerce, Bank Mandiri Tetap Targetkan Volume Transaksi Kartu Kredit Tumbuh 10 Persen

06 Agustus 2021 18:06 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawati menunjukkan kartu debit ATM dengan chip di kantor cabang Bank Mandiri Edu-Branch, Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Transaksi e-commerce melalui paylater diprediksi bakal semakin tinggi pada tahun ini. Apalagi, sederet e-commerce di Indonesia telah melakukan sejumlah aksi korporasi baru pada tahun ini.

Paling baru, PT Bukalapak TBk (BUKA) melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dengan permintaaan yang mengalami oversubscribed 8,7 kali. Digempur aksi e-commerce, pertumbuhan kartu kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diproyeksikan masih bisa tumbuh positif pada tahun ini.

Senior Vice President (SVP) Credit Card Group Bank Mandiri Lila Noya mengatakan status produk keuangan perbankan menguntungkan posisi kartu kredit. Menurutnya, kartu kredit masih lebih dipercaya masyarakat karena dikeluarkan oleh perusahaan perbankan.

“Pertumbuhan transaksi bisa lebih tinggi. Kartu kredit ada perbedaannya dengan pay later, salah satunya kartu kredit memiliki acceptance yg luas, dapat diterima di mana saja di seluruh dunia baik untuk transaksi online maupun transaksi di merchant,” jelas Lila saat berbincang dengan wartawan TrenAsia.com, Jumat, 6 Agustus 2021.

Lila menargetkan pertumbuhan outstanding kartu kredit pada tahun ini mampu menembus 6%. Sementara target volume transaksi diramal bakal menyentuh 10% pada tahun ini.

Meski begitu, outstanding kredit emiten bersandi BMRI itu masih terkorelasi 0,5% year on year (yoy) pada Juni 2021. Lila memprediksi nilai itu segera terkerek bila restriksi mobilitas mulai dilonggarkan.

“Kami optimistis bisnis kartu kredit setelah pandemi tetap memiliki prospek untuk tumbuh. Apalagi jika traveling sudah dibuka kembali, pertumbuhan transaksi bisa lebih tinggi,” jelas Lila.

Adapun secara kinerja keseluruhan, kredit BMRI masih melaju kencang pada semester I-2021. Secara konsolidasian, penyaluran kredit tumbuh 16,4% year on year (yoy) menjadi Rp1.014,3 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan penyaluran kredit perseroan ditopang oleh segmen wholesale banking yang tumbuh 7,13% yoy menjadi Rp534,2 triliun per kuartal II-2021. Sementara pembiayaan ke segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) tercatat naik  20,1% yoy menjadi Rp98,3 triliun.

“Penyaluran kredit tersebut dilakukan secara prudent  kepada targeted customer  dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Kamis 29 Juli 2021.

Berita Terkait