Diduga Terjerat Kolusi dengan Pemerintah Jepang, Pemegang Saham Minta Petinggi Toshiba Mengundurkan Diri

14 Juni 2021 14:32 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Logo toshiba di Jepang, SUmber: Reuters

JAKARTA- Empat petinggi eksekutif Toshiba dituntut mengundurkan diri setelah diadakan pertemuan darurat pada Minggu, 13 Juni 2021 kemarin. Empat orang tersebut meliputi satu ketua dewan dan tiga direktur.

Alasannya, keempat orang tersebut diduga melakukan kolusi dengan pemerintah Jepang untuk menekan investor asing.

Permintaan mundur tersebut dilayangkan oleh pemegang saham terbanyak kedua dari perusahaan elektronik Jepang ini, 3D Invenstment Planners yang mengantongi sekitar 7% saham Toshiba lewat sebuah surat.

Dalam surat tersebut, Osamu Nagayama selaku ketua dewan dan tiga direktur lainnya disebut sebagai orang yang bertanggung jawab atas gagalnya tata kelola manajemen Toshiba baru-baru ini.

Kegagalan tersebut termasuk melakukan investigasi internal yang dinilai cacat serta keputusan dewan komisaris dan direktur untuk menolak penyelidikan independen dari luar atas kasus dugaan kolusi dengan Pemerintah Jepang.

“Hal ini juga mengganggu bahwa Anda telah diam tentang laporan investigasi dan telah gagal untuk menerima tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi di bawah pengawasan Anda sebagai ketua dewan,” tulis surat tersebut dikutip TrenAsia.com dari Reuters Senin, 14 Juni 2021.

Menanggapi kasus tersebut, Toshiba masih enggan memberi komentar. Namun berdasarkan keterangan resmi, pihaknya akan memberi komentar resmi ketita hasil investigasi sudah dilakukan peninjauan.

“Saat ini kami dengan hati-hati meninjau isi laporan investigasi dan berencana untuk mengumumkan komentarnya terhadap hasil investigasi ini setelah peninjauan,” tulis keterangan resmi Toshiba. (RCS)

Berita Terkait