Diborong Konglomerat, Laba Keju Prochiz Meroket 77,6%

December 19, 2020, 06:06 AM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

PT Mulia Boga Raya Tbk adalah produsen Keju Prochiz / Facebook @kreasikejuprochiz

JAKARTA – PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) milik konglomerat Sudhamek Agung Waspodo Soenjoto mencatatkan pertumbuhan laba bersih 77,6% pada kuartal III-2020. Nilainya meroket menjadi Rp118,55 miliar dari sebelumnya Rp66,1 miliar pada kuartal III-2019.

Kendati demikian, penjualan KEJU sejatinya mengalami penurunan 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilainya turun tipis dari Rp707,5 miliar menjadi Rp687,8 miliar. Beruntung pada waktu yang sama, beban penjualan perusahaan juga turut berkurang dari Rp125,67 miliar menjadi Rp68,76 miliar.

Direktur Utama Mulia Boga Raya Paulus Tedjosutikno mengungkapkan, dengan capaian ini, net margin profit KEJU pun kini telah mencapai 17,3%. Meski aset perseroan turun 7,7% menjadi Rp615,1 miliar.

“Kami optimistis bahwa perseroan dapat meningkatkan kinerjanya ke depan dengan kreativitas dan ide-ide baru melalui penggunaan produk-produk berbahan dasar keju dan turunannya,” tutur Paulus dalam paparan publik, Jumat, 18 Desember 2020.

Pencapaian ini terang bakal membuat Sudhamek girang bukan kepalang. Pasalnya, pada Oktober lalu, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) baru saja merampungkan akuisisi 825 juta lembar atau 55% saham KEJU. Harga akuisisi per lembarnya Rp1.156 per lembar atau total Rp953,7 miliar.

Sudhamek merupakan orang terkaya Indonesia versi Forbes 2020 dengan total kekayaan Rp10,53 triliun. Kekayaan itu didapat dari gurita bisnisnya Garudafood yang bergerak dalam bidang konsumer. (SKO)