Diberi Mandat Buka Pasar Global Bagi UMKM, BNI Andalkan Program Xpora

07 September 2021 02:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan beraktivitas di salah satu cabang Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pemerintah tengah menggenjot kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam komposisi ekspor Indonesia. Komposisis UMKM dalam ekspor Indonesia diproyeksikan meningkat dari 14% pada 2021 menjadi 22% pada 2024.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menjadi katalis bagi UMKM agar bisa menembus pasar ekspor. Emiten bersandi BBNI mengandalkan program bernama Xpora sebagai pintu bagi UMKM melebarkan sayap ke pasar internasional.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan program ini memang dirancang untuk memberikan kemudahan pembiayaan dari UMKM yang ingin memasarkan produknya ke pasar internasional.  Selain membawa UMKM go global, Xpora juga disebut Novita mendongkrak penyaluran kredit segmen small business atau usaha kecil.

“Kami percaya meningkatkan portofolio UMKM yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap kinerja perseroan,” ucap Novita dalam paparan publik virtual, Senin, 6 September 2021.

Tidak hanya akses pembiayaan, Xpora juga memiliki sederet program untuk memastikan pelaku UMKM bisa sukses ekspor. Nasabah Xpora bakal diberikan fasilitas pendampingan, akses pasar digital, solusi keuangan terintegrasi, hingga dukungan pendampingan aktivasi digital.

Meski belum diluncurkan, survei perseroan mengungkapkan sebanyak 60% pelaku UMKM yang menjadi responden setuju program ini memenuhi kebutuhan untuk persiapan ekspor. Bahkan, program ini memikat 71% pelaku UMKM untuk memilih BNI sebagai bank utama dalam upaya go global.

Adapun target nasabah Xpora ini meliputi pelaku UMKM yang telah berpengalaman sebanyak 13.000 unit. Pelaku ekspor eksisting ini rupanya telah menyumbang setidaknya 2%-3% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Target juga diarahkan ke eksportir baru yang diperkirakan mencapai 112.000 unit serta UMKM pendukung ekspor sebanyak 63 juta unit. Program ini jelas bisa mendongkrak pertumbuhan penyaluran kredit segmen small business BNI yang tengah melaju kencang.

Segmen small business BNI pada semester I-2021 tengah mengalami pertumbuhan pesat, tepatnya 20% year on year (yoy). Adapun nilai kreditnya merangkak naik dari Rp75,4 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp91 triliun pada semester I-2021..

“Melalui Xpora, BNI memiliki aspirasi menjadi orkestrator ekosistem UMKM yang akan membantu UMKM domestik dengan pembeli global,” ujar Novita.

Didorong Segmen Korporasi

UMKM bukan menjadi strategi tunggal yang diusung BNI untuk memacu kinerja. Bank pelat merah ini diketahui juga tengah fokus terhadap pembiayaan korporasi.

Dari segmen wholesale banking, Novita mengungkapkan perseroan fokus membidik korporasi swasta bluechip. Bisnis dengan fundamental yang kokoh ini dinilai perseroan memiliki prospek cerah untuk terus menambah profitabilitas.

“Tentunya tidak mudah, dalam jangka menengah. Strateginya adalah tumbuh di kredit sehat dan sustain dan fokus pada perusahaan korporasi swasta blue chip dan ini sudah terlihat di mana debitur kami banyak yang bisnisnya sudah pulih,” ujar Novita dalam paparan publik, Senin, 6 September 2021.

Lebih lanjut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menyasar segmen kredit konsumer yang berbasis payroll loan. Hingga semester I-2021, segmen ini telah tumbuh 19,6% dengan nilai kredit sebesar Rp32,7 triliun.

BNI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit sebesar Rp569,7 triliun pada semester I-2021 atau tumbuh 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Strategi ini menjadi tumpuan utama bagi BNI untuk meraih target pertumbuhan kredit sebesar 5%-7% pada 2021.

Berita Terkait