Dibangun Firaun Wanita, Makam Kerajaan 3.500 Tahun di Luxor Akhirnya Terkuak

24 Januari 2023 08:47 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

CAIRO - Para arkeolog di Mesir telah menemukan makam kerajaan berusia 3.500 tahun di dekat Luxor. Makam itu kemungkinan besar dibangun pada masa pemerintaahan Thutmose III dan sang ibu Hatshepsut, seorang firaun wanita yang pernah menjadi penguasa Mesir kuno.

Makam itu digali oleh tim arkeolog dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala dan misi Yayasan Penelitian Kerajaan Baru, yang berafiliasi dengan Institut Penelitian Arkeologi MacDonald di Universitas Cambridge.

Mengutip Live Science Rabu, 24 Januari 2023, tim arkeolog awalnya menemukan makam tersebut pada Oktober 2022 saat menjelajahi daerah dekat Luxor yang disebut Wadi Gabbanat el-Qurud yang letaknya berdekatan dengan Lembah Para Raja.

Makam yang baru ditemukan berisi beberapa penguburan. Dari segi arsitektur yang dipahami yang dipahami saat ini, menunjukkan makam itu tampak diubah beberapa kali tak lama setelah pertama kali dibangun.

Awalnya, para arkeolog tidak yakin untuk siapa makam itu awalnya dibangun. Namun jika melihat dari dekorasi yang bertahan dan ukuran beberapa kamar yang dapat diakses saat ini ada kemungkinan itu merupakan kompleks pemakaman kerajaan yang penting

"Mengingat lokasinya dekat Lembah Para Raja, bisa jadi merupakan pemakaman istri kerajaan yang agung dan beberapa anak raja Thutmosid, " kata tim dalam pernyataan yang dikutip TrenAsia.com.

Meski awalnya mengira makam tersebut adalah milik para istri raja, arkeolog kemudian berpendapat bahwa makam tersebut kemungkinan dibangun oleh sang Firaun Wanita sendiri.

"Sebagian prasasti dan bukti keramik menunjukkan bahwa ini dibangun pada masa pemerintahan bersama Thutmose III dan Hatshepsut," kata para arkeolog dalam sebuah pernyataan.

Sekilas mengenai sang Firaun Wanita, Thutmose III masih kecil, mungkin baru berusia 2 tahun, ketika dia naik tahta sekitar tahun 1479 SM. Saat naik tahta, sang ibu tiri, Hatshepsut, bertindak sebagai bupati sekaligus wakil penguasa sampai kematiannya sekitar tahun 1458 SM.

Sayangnya, kondisi makam tersebut ditemukan dalam keadaan rusak parah akibat banjir. Sebagai gambaran, banjir berulang telah memenuhi poros utama makam dengan puing-puing beton keras dan telah menyebabkan langit-langit makam melemah dan runtuh.

Saat ini, penggalian dan analisis sisa-sisa makam masih dilakukan dan butuh beberapa musim untuk membersihkan kamar dan membuat makam agar lebih "aman".

Selain makam berusia 3.500 tahun, para arkeolog turut menemukan artefak lain di sekitar Luxor termasuk cawan pendeta, patung domba jantan raksasa yang ditemukan di dekat Kuil Karnak, dan mumi seorang remaja yang dikuburkan bersama dengan perhiasannya. 

Berita Terkait