Diakuisisi Rudy Tanoe, Zebra Nusantara (ZBRA) Fokus Bisnis Supply Chain

08 Juni 2021 09:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi dan Executive Chairman DNR Corporation Rudy Tanoesoedibjo / Dok. JNE

JAKARTA – PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) bertransformasi sepenuhnya menjadi perusahaan supply chain dari sebelumnya bergerak pada jasa transportasi taksi.

Perubahan bisnis utama ini ditandai dengan masuknya PT Trinity Healthcare (THC) sebagai pemegang saham pengendali menggantikan PT Infinity Wahana pada 25 Februari 2021.

Komisaris Utama Zebra Nusantara Robert Pakpahan mengatakan, THC yang juga merupakan pemegang saham pengendali DNR Corporation, akan membuat bisnis DNR Corporation menjadi bisnis utama yang akan dijalankan ZBRA dengan konsep integrated end-to-end supply chain solution.

“Dengan masuknya DNR Corporation sebagai bagian utama dalam bisnis ZBRA, tentu saja akan memberi tren positif bagi bisnis ZBRA ke depannya, serta menambah dampak yang baik kepada aktivitas bisnis logistik,” ujarnya di Jakarta, Senin 7 Juni 2021.

DNR Corporation melalui anak usahanya yakni DNR Distribution, iStoreiSend Indonesia (SSI), MTG, DPORT, dan BIG telah lama menjalani bisnis tersebut. DNR Distribution sendiri fokus pada layanan distribusi yang mencakup ritel offline maupun online pada semua kategori produk.

Sedangkan, iStoreiSend Indonesia (SSI) memberikan solusi e-logistics dan e-fulfillment dengan menghadirkan pusat multi-gudang dengan mengombinasikan antara layanan gateway dan e-fulfillment yang terintegrasi dengan sistem digital Warehouse Management System (WMS) untuk memenuhi kebutuhan e-commerce.

Selanjutnya, DPORT merupakan unit bisnis memberikan solusi kebutuhan on demand logistic berbasis teknologi digital. Lalu, MTG memungkinkan pemanfaatan solusi logistik 3PL dari hulu ke hilir yang mencakup cross border, warehousing, dan freight forwarding yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

DNR Corporation disebut-sebut telah mencatat kinerja positif sepanjang 2020. Perseroan berhasil membukukan laba kotor sekitar Rp4,3 triliun dengan laba bersih Rp3,8 triliun. Pada 2019, DNR Corporation membukukan laba kotor sekira Rp4,5 triliun dan laba bersih kurang lebih Rp3,7 triliun.

THC dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum. Sebelumnya, pada 26 Februari 2021 THC telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBB) dengan pihak PT Infiniti Wahana (IW) selaku pemegang saham pengendali dalam ZBRA.

Pemegang saham mayoritas THC Rudy Tanoesoedibjo, kakak kandung konglomerat Hary Tanoesoedibjo, mengungkapkan pengambilalihan ini guna mengembangkan bisnis perseroan dengan membangun sinergi bersama unit-unit usaha THC lainnya guna mencapai kemajuan perusahaan yang menjanjikan.

Emiten bersandi ZBRA ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi dan jasa serupa lainnya. Selain mengoperasikan taksi di area Surabaya, perusahaan ini juga menyewakan jasa limusin di area kota tersebut. ZBRA telah mengoperasikan unit bisnisnya sejak tahun 1987 silam. (SKO)

Berita Terkait