Di Tengah Pandemi, Tiga Ikhwan Medikal Raup Rp323 Miliar dari Jualan Masker

19 Juli 2021 20:05 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Produksi masker 3iMed oleh PT Tiga Ikhwan Medikal. (Tiga Ikhwan Medikal)

JAKARTA – Perusahaan manufaktur alat kesehatan, PT Tiga Ikhwan Medikal,  mencatatkan kinerja positif semasa pandemi COVID-19. Sepanjang 2020, perusahaan ini berhasil meraup total Rp323 miliar dari penjualan masker.

“Pandemi COVID-19 bikin perusahaan kami semakin growth (tumbuh),” ujar CEO Tiga Ikhwan Medikal Beny Ahmad dalam siaran pers, Senin, 19 Juli 2021.

Ada 3 produk masker bermerek 3iMed yang dijual selama 2020, yaitu KN95, KN95 anak, dan masker tiga lapis (3ply). Perusahaan berhasil meraup Rp108 miliar dari penjualan masker KN95 pada tahun lalu. Untuk KN95 anak, perusahaan meraup Rp95 miliar dan Rp120 miliar untuk masker tiga lapis.

“Kami memproduksi satu juta masker per bulan untuk setiap jenis masker. Segmen kami paling besar saat ini adalah profesional medis,” tambah Beny.

Beny juga mengungkapkan produk masker perusahaannya digunakan di lingkungan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Selain itu, ada juga rumah sakit daerah dan swasta yang menggunakan masker 3iMed.

Sales Manager Tiga Ikhwan Medikal Ayip Rosidi mengatakan masker mereka sudah mendapat sertifikat dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Lalu, tingkat filtrasi bacterial filtration efficiency (BFE) masker 3iMed juga mencapai 99,99%.

“BFE kita udah 99,99%, berarti itu sudah aman untuk masker medis. Masker dengan daya tangkis nyaris 100% ini juga menggunakan bahan baku yang berkualitas untuk menghambat virus masuk ke mulut dan hidung,” ujar Ayip.

Ketiga, 3iMed juga sudah mengimplementasikan ISO 9901 dan ISO kesehatan 13485.

“KN 95 juga sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan mengunakan bahan baku meltblown sesuai dengan sertifikasi Nios USA,” jelas Ayip.

Ayip menambahkan bahan baku untuk memproduksi masker 3iMed sudah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang mencapai 95%. Ini karena vendor bahan baku mereka berasal dari Surabaya dan Jepara.

Berita Terkait