Di Tengah Pandemi 2020, Pendapatan Smartfren Melejit Tembus Rp9,41 Triliun

March 05, 2021, 06:02 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Emiten telekomunikasi milik Grup Sinar Mas PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) / Smartfren.com

JAKARTA – Emiten telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menutup tahun 2020 dengan meraup pendapatan usaha sebesar Rp9,41 triliun. Capaian ini melesat 34,62% year-on-year (yoy) dari realisasi pendapatan usaha perseroan tahun sebelumnya Rp6,99 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis melalui media massa, FREN berhasil menekan kerugian secara tahunan dari Rp2,2 triliun pada 2019, menjadi Rp1,52 triliun pada tahun lalu. Padahal, beban usaha perseroan meningkat menjadi Rp10,19 triliun pada 2020, dari Rp9,29 triliun di tahun sebelumnya.

Adapun liabilitas lancar (jangka pendek) perseroan pada 2020 naik menjadi Rp8,42 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni Rp6,12 triliun. Sedangkan, untuk liabilitas tidak lancar (jangka panjang) juga melejit lebih dari 100% yoy dari Rp8,80 triliun menjadi Rp17,90 triliun.

Dengan begitu, total liabilitas FREN sepanjang tahun 2020 menjadi Rp26,32 triliun atau melonjak hingga 76,53% dari Rp14,91 triliun pada tahun 2019. Di sisi lain, ekuitas perseroan tercatat mengempis 2,90% yoy dari Rp12,76 triliun menjadi Rp12,37 triliun.

Di tengah pandemi, perseroan tampak menahan duit yang dibuktikan dengan menebalnya kas dan setara kas menjadi Rp654,46 miliar atau meroket 232,58% yoy dari Rp196,78 miliar.

Hal ini turut diikuti oleh peningkatan jumlah aset FREN sebesar 39,89% yoy dari Rp27,65 triliun pada 2019, menjadi Rp38,68 triliun pada tahun lalu.

Hingga akhir perdagangan Kamis 4 Maret 2021, saham FREN ditutup menguat 3,49% menuju level harga Rp89 per lembar. Dalam sehari, saham milik Grup Sinar Mas ini ditransaksikan sebanyak 27.903 kali dengan nilai Rp287,96 miliar.

Laba per saham FREN per akhir Desember 2020 menunjukkan perbaikan menjadi Rp-4,92 dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp-7,07. Kapitalisasi pasar perseroan saat ini mencapai Rp23,43 triliun. (SKO)