Di Depan Jokowi, Erick Sebut Aset Holding BUMN Pariwisata Bisa Tembus Rp260 Triliun

14 Januari 2022 21:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Joko Widodo meresmikan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 13 Januari 2022. (Kementerian BUMN)

JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan bahwa aset Holding BUMN Pariwisata bisa mencapai Rp260 triliun pada 2024.

Hal itu disampaikan Erick di depan Presiden Joko Widodo yang hadir untuk meluncurkan Holding BUMN Pariwisata di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 13 Januari 2022.

"Mudah-mudahan nanti total aset daripada Holding BUMN ini kurang lebih di tahun 2024 itu Rp260 triliun dengan potensi penjualan yang terus meningkat," katanya dilihat di Youtube Sekretariat Kabinet.

Holding BUMN Pariwisata terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero). Holding ini dipimpin oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

Erick mengatakan dengan terintegrasinya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan bisa kembali mendongkrak kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dia menyebut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) merosot tajam hingga 75% selama pandemi COVID-19. Dari masa sebelum pandemi bisa mencapai 16 juta per tahun, kini hanya tinggal sekitar 4 juta kunjungan dalam dua tahun pandemi.

Hal itu berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik yang sebelum pandemi mencapai 330 juta orang tetapi di masa pandemi hanya menyusut 30%.

"Kami membentuk holding pariwisata dan pendukung tidak lain ingin memfokuskan kesempatan untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik yang begitu besar tetapi selama ini kurang terintegrasi," pungkas Erick.

Dia memaparkan bahwa setelah terintegrasi dalam holding, nantinya akan membentuk sebuah ekosistem baru di sektor pariwisata yang berkelanjutan. Ekosistem tersebut antara lain penguatan infrastruktur dan software yang bersifat operasional seperti kuliner, UMKM, dan layanan yang terintegrasi dengan perbankan.

"Ini kesempatan membangkitkan pariwisata lokal tetapi tetap menjaga pariwisata mancanegaranya," pungkas Erick.

Sementara itu, Jokowi mengatakan pentingnya pembentukan induk perusahaan pada BUMN pariwisata mengingat potensi industri pariwisata Indonesia yang begitu ini akan menjadi titik balik untuk melakukan transformasi ekosistem pariwisata. Namun dia meminta Erick agar hati-hati dalam mengelola aset Holding BUMN tersebut.

"Tadi disampaikan oleh Pak Menteri Erick di 2024 akan muncul aset, berapa? Rp260-an triliun. Hati-hati saya catat," tandasnya.

Kepala Negara meyakini bahwa pengelolaan pariwisata Indonesia akan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi dari hulu sampai ke hilir dengan adanya holding ini.

"Mulai penataan rute penerbangan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi, sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para pengrajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik," imbuhnya.

Dia pun memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir agar segera menyelesaikan masalah konektivitas, hambatan infrastruktur di mana titik-titik yang memerlukan suntikan infrastruktur perlu menjadi perhatian.

"Kita harus memanfaatkan ini sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan, momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh," katanya.

Berita Terkait