Destinasi Wisata Mangrove Berkelas Kini Hadir di Singkawang

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) di Desa Setapuk Besar, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Secara terpisah, Plt. Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menyampaikan, pembangunan PRPEP bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove.

“Tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium alam, PRPEP diharapkan juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata masyarakat ataupun wisata ilmiah bagi masyarakat di sini dan sekitarnya,” ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, dikutip Jumat 1 Januari 2021.

Biaya pembangunan PRPEP ini diketahui mencapai Rp1 miliar serta melibatkan kelompok masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri. Kelompok masyarakat ini telah lama berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove di Desa Setapuk Besar, Singkawang.

Adapun infrastruktur yang dibangun ini meliputi gerbang atau gapura, tracking mangrove sepanjang 255,5 meter, spot swafoto, gazebo sentra kuliner, pemasangan lantai papan tower, toilet dan tempat sampah.

Di kesempatan yang sama, Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie dalam sambutannya secara khusus menyampaikan terima kasih kepada KKP atas pembangunan fasilitas ini.

“Semoga ini bisa berkelanjutan dan Pemerintah Kota Singkawang bersama KKP bisa lebih bersinergi untuk membangun ekosistem pesisir yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Kelompok Masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana Mandiri, Jumadi turut mengungkapkan terima kasih kepada KKP atas pembangunan PRPEP di desanya. Menurutnya banyak sekali manfaat yang diperoleh atas pembangunan PRPEP ini.

“Dari catatan kami selama tujuh hari setelah selesai pembangunan, kurang lebih ada 10.000 orang wisatawan yang telah berkunjung. Pemasukan yang kami peroleh cukup banyak dari tarif parkir kendaraan,” tutur Jumadi. (SKO)

Tags:
Destinasi wisataHeadlineKelompok Masyarakat Perkumpulan Peduli Mangrove Surya Perdana MandiriKementerian Kelautan dan PerikananpariwisataPRPEPPusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem PesisirWisata Mangrove
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›