Delta Dunia Makmur (DOID) Akuisisi Kontraktor Tambang Australia Senilai Rp1,56 Triliun

12 Oktober 2021 14:02 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Tambang batu bara PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) / Deltadunia.com

JAKARTA – PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) telah berhasil mengakuisisi perusahaan kontraktor pertambangan asal Australia, Open Cut Mining East. Akusisi ini dikabarkan menghabiskan dana senilai US$110 juta atau sekitar Rp1,56 triliun.

Akuisisi kontraktor tambang ini dilakukan lewat anak usaha DOID, yaitu PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Open Cut Mining East sendiri merupakan anak usaha Downer EDI Ltd. yang sedang melakukan divestasi aset-aset pertambagannya.

Pihak Delta Indah Makmur menjelaskan Open Cut Mining East akan dioperasikan lewat anak usaha barunya yang didaftarkan di Australia. Perusahaan tersebut bernama BUMA International Pty. Ltd. di mana BUMA memiliki 90% saham dan 10% dimiliki AGDM Investments Pty. Ltd.

“Penyelesaian transaksi ini diperkirakan dapat selesai sebelum 2021 berakhir. Dengan adanya fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri pada Juli 2021, BUMA memiliki dana penuh untuk menyelesaikan transaksi ini,” ujar manajemen DOID dalam siaran pers, dikutip Selasa, 12 Oktober 2021.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memang baru saja memberi fasilitas pinjaman kepada BUMA senilai US$350 juta. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 4,75 tahun dan suku bunga LIBOR +3% per tahun.

Mining East memiliki kapasitas produksi sekitar 160 juta meter kubik tanah (bcm) untuk overburden removal atau pengupasan lapisan tanah penutup. Dari kapasitas tersebut, sekitar 130 juta bcm sudah terkontrak.

Mining East juga memiliki kapasitas produksi 10,5 juta ton batu bara, baik untuk batu bara thermal maupun metallurgical. Perusahaan ini sendiri memiliki portofolio empat situs pertambangan di Queensland. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Mining East mencatatkan rata-rata pendapatan tahunan sebesar 510 juta dolar Australia. Suksesnya transaksi ini akan menandai masuknya BUMA ke dalam bisnis batu bara coking sekaligus langkah pertama dalam usaha perusahaan melakukan diversifikasi.

Dari pihak Downer, CEO Grant Fenn menjelaskan penjualan ini merupakan langkah terakhir dalam divestasi Downer atas portofolio pertambangan miliknya.

“Bagian penting dari strategi layanan urban kami adalah keluar dari bisnis pertambangan padat modal,” ujar Grant sebagaimana dikutip dari Marketwatch, Selasa, 12 Oktober 2021.

Sebelumnya, Downer juga telah melakukan divestasi Open Cut Mining West, Downer Blasting Services, penambagan bawah tanah, Otraco, bisnis konsultasi Snowden, dan saham mereka di perusahaan patungan RTL Mining dan Earthworks. Downer meraup 778 juta dolar Australia dari semua divestasi ini.

Berita Terkait