Dear Investor, Yuk Simak 8 Saham Pilihan Reliance Sekuritas Akhir Pekan Ini

06 Agustus 2021 07:58 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Karyawan melintas dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 6 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 6 Agustus 2021. Sejumlah sentimen akan turut mengiringi pergerakan indeks di akhir pekan ini.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan IHSG berhasil break out resistance upper bollinger bands sehingga optimisme pergerakan menuju resistance selanjutnya pada kisaran 6.210 – 6.247 secara fibonacci retracement.

Selain itu, kata dia, indikator Stochastic dan RSI memberikan sinyal bullish momentum yang mendekati area overbought. Sedangkan, indikator MACD bergerak optimistis mengiringi histogram yang terus menguat. 

Ia memaparkan bahwa harga minyak mentah WTI berbalik naik 1,38% dan batu bara naik 1,85% diiringi dengan penguatan komoditas logam seperti timah dan nikel masing-masing terkerk 0,14% dan 0,71%. Secara sentimen, IHSG berpeluang kembali menguat.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support maupun resistance 6.170 hingga 6.247,” ucap Lanjar melalui riset hariannya, Jumat, 6 Agustus 2021.

Dengan gambaran tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang menurutnya layak untuk dicermati oleh para pelaku pasar. Di antaranya AGII, BBCA, BBTN, HRUM, ICBP, INCO, SILO, serta UNVR.

Di samping itu, lanjut Lanjar, Bursa Asia berpotensi menguat mengikuti bursa Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. Menurutnya, laporan keuangan emiten membantu Wall Street kembali cetak rekor tertinggi di tengah kekhawatiran yang dipicu oleh strain delta virus corona. 

Penurunan mingguan kedua dalam klaim pengangguran AS memicu optimisme untuk laporan pekerjaan yang kuat pada hari ini. Futures naik di Jepang dan Hong Kong dan stabil di Australia. Sedangkan Indeks Kontrak berjangka AS berfluktuasi setelah S&P500 dan NASDAQ100 mencapai rekor baru. 

Di China, investor terus meneliti tindakan keras peraturan Beijing terhadap teknologi dan sektor lainnya. Dari dalam negeri, investor diproyeksikan masih melanjutkan uforia pertumbuhan ekonomi yang rilis jauh d iatas ekspektasi pada kuartal-II 2021.

Berita Terkait