Dear Investor, Tower Bersama (TBIG) Resmi Rilis Obligasi Rp1,2 Triliun

20 Agustus 2021 17:47 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diambil secara multi exposure di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 25 September 2020. Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79 pada hari ini, setelah empat hari beruntun parkir di zona merah. Penguatan indeks hari ini ditopang kenaikan saham-saham berkapitalisasi jumbo alias big caps. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi milik Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 20 Agustus 2021.

Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap IV Tahun (TBIG05CN1) ini dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1,2 triliun dengan tingkat bunga tetap 4,25% per tahun serta jangka waktu 370 hari. 

Berdasarkan prospektusnya, per 12 Agustus 2021, surat utang ini merupakan bagian pertama dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V dengan total nilai pendaaan sebanyak Rp15 triliun.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah AA+idn (Double A Plus). Adapun bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

“Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari,” seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat, 20 Agustus 2021.

Sebelumnya perseroan mengumumkan bahwa dana hasil emisi obligasi akan dipinjamkan kepada anak usahanya, PT Solu Sindo Kreasi Pratama (SKP) untuk membayar sebagaian utang terkait fasilitas pinjaman revolving senilai US$375 juta yang akan jatuh tempo pada Januari 2025.

“Fasilitas pinjaman itu dikenakan marjin bunga sebesar 1,85% per tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri dan 1,75% per tahun di atas LIBOR untuk kreditur luar negeri,” tulis manajemen TBIG beberapa waktu lalu.

Dengan adanya penerbitan surat utang ini, total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2021 sebanyak 54 emisi dari 37 emiten dengan jumlah Rp56,53 triliun. Sedangkan, total emisi surat utang yang tercatat di BEI berjumlah 469 emisi dengan nilai outstanding Rp423,45 triliun dan US$47,5 juta.

Berita Terkait