Dear Investor, Diingetin OmFin Buat Hati-Hati Sama Influencer Saham Nih

January 06, 2021, 09:36 AM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Manajemen PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) saat pembukaan perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) / Dok. BEI

JAKARTA – Maraknya selebritis maupun influencer yang mempromosikan saham tertentu kini mulai menyedot perhatian analis pasar modal. Pasalnya, belakangan memang ini kian gencar selebritis yang merekomendasikan saham-saham tertentu di sosial medianya.

Beberapa tokoh yang kerap merekomendasikan saham itu, antara lain Raffi Ahmad, Ari Lasso, Kaesang Pangarep, dan Ustad Yusuf Mansyur. Raffi dan Ari sempat merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Sementara Kaesang merekomendasikan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Lalu Yusuf Mansyur menjagokan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan PT PP Properti (Persero) Tbk (PPRO). Keduanya bahkan beken dengan sebutan Kaesangmology dan Mansyurmology.

Atas fenomena ini, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto pun akhirnya turut angkat bicara. Menurut Fendy, investor sejatinya perlu waspada terhadap rekomendasi saham dari para influencer tersebut.

Pasalnya, saat melakukan investasi, maka para investor bakal menanggung segala risikonya sendiri. Artinya, ada risiko besar kerugian besar jika investor hanya menelan mentah-mentah rekomendasi saham.

“Gunakan sistem yang teruji dan risk management yang proper dan implementasi yang tegas,” ungkap Fendy yang juga merupakan host podcast channel OmFin di TrenAsia.com, Rabu, 7 Januari 2020.

Tiga Ojo

Sebab itu, OmFin mengemukakan suatu istilah, yakni tiga ‘ojo’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘jangan’. Pertama, ojo gumumunan. Artinya, jangan gampang terhanyut dengan hasil-hasil orang lain yanng memesona dan manis-manis saja.

Ojo kagetan atau jangan mudah terkejut dan jatuh mental atau terhanyut dalam euforia berlebihan. Terakhir, ojo dumeh atau jangan kecil hati kendatipun pernah menerima rugi besar dan jangan jumawa jikalau untung besar.

“Jaga saja selalu kewajaran dan kestabilan mental disiplin pada sistem trading yang diyakini,” sebut OmFin.

Dalam kasus pom-pom saham oleh influencer, OmFin menegaskan bahwa analisa ulang bisa menjadi kunci keberhasilan. Baca sendiri sinyal trading untuk setiap saham yang masuk dalam rekomendasi saham para influencer dan analis.

Lakukan dengan hati-hati, sebab kerugian nantinya bakal ditanggung sendiri, buka para influencer atau analis. Fokus pada pembatasan potensi kerugian dan sesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing.

“Sudah bukan saatnya lagi, trading saham seperti laron-laron yg mengerumuni lampu yang terang karena akhirnya sayap-sayap laron akan berguguran. Trust your self, jangan menjadi follower yang buta,” pungkas dia.