DBS dan Temasek Siapkan Duit untuk Start Up Rp7,2 Triliun

31 Juli 2021 04:04 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Sukirno

Ilustrasi perusahaan rintisan alias start up unicorn dan decacorn di Asia Tenggara, termasuk Indonesia / TrenAsia-Deva Satria (Trenasia.com)

JAKARTA -- Grup jasa keuangan terkemuka asal Singapura, DBS Bank Ltd., (DBS) dan perusahaan investasi Temasek resmi meluncurkan platform pendanaan tahap lanjutan senilai US$500 juta atau setara Rp7,25 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS). Penandatanganan perjanjian kemitraan ini dilakukan pada Jumat, 30 Juli 2021.

Kedua perusahaan sepakat membentuk patform pendaaan yang disebut EvolutionX Debt Capital atau EvolutionX. Platform ini berkantor pusat di Singapura, bertujuan memberikan pilihan fleksibel tanpa jaminan ekuitas bagi perusahaan rintisan (start up) dengan solusi teknologi di seluruh Asia, dengan tiga negara utama, yaitu China, India, dan Asia Tenggara.

Platform ini untuk sementara diketuai oleh Joint Interim CEOs Amit Sinha, Group Head of Telecoms, Media and Technology, Institutional Banking Group DBS, dan Aftab Mathur, Director, Investment (Innovation) Temasek, sebelum penunjukan CEO dalam beberapa bulan ke depan.

Group Head of Institutional Banking DBS Tan Su Shan, mengatakan investasi di EvolutionX memberikan kesempatan untuk memainkan peran penting dalam memelihara dan membiayai pertumbuhan perusahaan unicorn masa depan Asia, seraya menjalin kemitraan dan peluang ekosistem dengan perusahaan dengan solusi teknologi dan pertumbuhan tinggi ini.

Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan berkesinambungan, kata dia, DBS percaya investasi menjadi solusi yang mendemokratisasikan akses  pembiayaan ke perusahaan dari semua ukuran dan tahap perkembangan untuk memberi mereka peluang terbaik mencapai upaya mereka.

"Pendanaan tahap lanjutan tumbuh pesat sebagai sumber pembiayaan pilihan bagi perusahaan dengan solusi teknologi dan pertumbuhan tinggi, yang secara tradisional hanya menerbitkan ekuitas sebagai sumber modal," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima TrenAsia.com, Jumat.

Menurut Shan, platform ini selain membantu pengusaha start up menghindari penurunan nilai ekuitas saham pada tahap awal pengembangan perusahaan, pendanaan tahap lanjutan juga berfungsi sebagai alat pelengkap untuk membantu perusahaan tersebut, yang sering kekurangan dana, melalui hambatan pasar dan ekonomi tak terduga dengan memperpanjang kemampuan mereka dalam membiayai kegiatan perusahaan.

Pertumbuhan modal pinjaman (debt capital) menghadirkan peluang yang signifikan, dan EvolutionX akan berinvestasi dalam peluang ekonomi digital yang semakin meningkat, di berbagai sektor seperti layanan keuangan, konsumen, perawatan kesehatan (healthcare), dan pendidikan.

Termasuk juga untuk pengembangan industri, untuk mempercepat pertumbuhan dan membangun generasi berikutnya dari para pemimpin di bidang teknologi.

Selain menciptakan solusi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan modal di industri, kemitraan ini juga berfungsi sebagai perpanjangan alami dan berkelanjutan untuk inisiasi pendanaan tahap awal dan kegiatan investasi yang sudah dijalankan oleh DBS dan Temasek, menunjang kekuatan jaringan dan perluasan ekosistem kemitraan.

Adapun EvolutionX menggabungkan keahlian investasi Temasek dan jaringan perbankan global DBS untuk meningkatkan dan lebih lanjut mengkatalisasi ekosistem teknologi yang berkembang pesat di Asia.

Chief Investment Strategist Temasek Rohit Sipahimalani, mengatakan teknologi dan digitalisasi akan berdampak luas di banyak sektor, dan akan terus mengubah ekonomi dan komunitas masyarakat saat ini.

"Temasek percaya pada penggunaan modal kami yang bertujuan untuk menciptakan dan mengkatalisasi solusi terhadap kesenjangan yang kita lihat saat ini, demi menstimulasi inovasi dan pertumbuhan dalam jangka panjang yang berkelanjutan," katanya.

Dia yakin bahwa EvolutionX dapat membantu memberikan dukungan kepada perusahaan dan pengusaha yang mereka butuhkan untuk senantiasa tumbuh dan berkembang.

"Kami senang dapat bermitra dengan DBS untuk memberikan alternatif yang berarti bagi perusahaan dalam tahap pertumbuhan dengan solusi teknologi di seluruh Asia yang mungkin membutuhkan pendanaan modal antara modal ventura dan pendanaan tahap lanjutan," pungkasnya.*

Berita Terkait