Dari Teman Jadi Partner Bisnis, 5 Kiat Sukses Bisnis bersama Teman

JAKARTA – Rosa dan Intan telah menjalin persahabatan selama 16 tahun. Mereka berkenalan saat duduk di bangku kuliah.

Ketika bekerja membuat program TV, Rosa mengajak Intan bergabung dalam timnya. Setelah lima tahun bekerja bersama, mereka mantap membangun bisnis.

Sebenarnya, alasan terbesar Rosa dan Intan terjun ke dunia bisnis yang penuh liku tak lain ingin tetap berkarya sekalipun sudah memiliki anak. Kebetulan anak mereka masing-masing usianya hampir sama.

Intan melihat adanya kesulitan membagi waktu antara pekerjaannya di dunia media saat itu dan keinginan menghabiskan waktu lebih bersama anak.

Tak terasa empat tahun sudah mereka bersama-sama mengembangkan bisnis di bidang kreatif.

Mencari sahabat untuk dijadikan partner bisnis itu seperti mencari soulmate atau pasangan hidup. Tidak semudah yang dibayangkan. Salah melangkah bisa fatal akibatnya.

Lamanya pertemanan tidak menjamin bisnis bisa sukses atau bertahan lama. Bisa jadi teman yang selama ini dekat dengan kita hanya cocok dijadikan teman curhat, bukan rekan bisnis.

Kamu mau mengajak temanmu berbisnis tapi masih ragu? Atau sudah memantapkan hati untuk berbisnis bersama teman?

Simak lima tips berikut agar kamu sukses berbisnis bersama teman, langgeng seterusnya:

Harus punya visi yang sama

Di awal kamu harus mendiskusikan mau dibawa ke mana bisnis ini. Apakah murni bisnis atau ada unsur sosialnya. Pembicaraan ini untuk menghindari salah paham yang mungkin terjadi.

Kesamaan visi ini penting terutama ketika bertemu dengan pihak lain untuk berkolaborasi. Meskipun berteman lama belum tentu cocok visi dan cara kerjanya.

Memang benar kata orang mencari teman untuk dijadikan business partner itu seperti menemukan jodoh.

Kamu mungkin pernah dengar berita berakhirnya bisnis yang dibangun bertahun-tahun karena sudah tidak ada kesamaan visi.

Tentunya kamu tidak mau bisnis yang dijalani bersama disudahi karena perbedaan visi, kan? 

Pembagian tugas yang jelas dan adil

Jangan sampai terjadi, teman kamu mengerjakan tugas yang lebih banyak dibandingkan kamu. Buatlah porsi kerja yang seimbang. Proses kerja juga harus dibicarakan sebelum membangun bisnis.

Intan dan Rosa mengakui ada beberapa perbedaan di antara mereka, seperti gaya berpakaian atau selera musik.

Namun, perbedaan itu tidak menjadi masalah selama mereka bekerja. Mereka saling mendukung tugas masing-masing.

Berlaku profesional

Bisnis dengan teman sebaiknya tidak membuat kamu bisa seenaknya mengatur waktu atau berbuat sesuka hati. Jika anak sakit atau ada urusan di sekolah, baik Rosa maupun Intan saling memberitahukan.

Hal-hal kecil tidak seharusnya menjadi alasan terjadinya miskomunikasi.

Rosa mengakui terkadang mereka terlalu asyik berbagi cerita perkembangan anak masing-masing sehingga pekerjaan mereka terbengkalai.

Rosa bersyukur adanya tenaga magang di kantornya yang tidak lelah mengingatkan mereka untuk kembali bekerja. Profesional di sini juga artinya kamu berbusana selayaknya berada di dunia kerja.

Jangan karena yang kamu hadapi adalah temanmu sendiri kemudian kamu berpakaian sekadarnya.

No drama

Intan dan Rosa beruntung pernah bekerja bersama di sebuah institusi. Mereka tahu karakter serta kelemahan dan kekuatan satu sama lain. Ketika terjadi konflik, selalu ada penyelesaian dengan caranya masing-masing.

Saat bekerja Intan dan Rosa selalu menempatkan diri masing-masing sebagai business partner, tidak lagi sebagai teman supaya segala sesuatu tidak dibawa perasaan.

Urusan keuangan dibicarakan di awal

Urusan keuangan ini sangat sensitif. Kedepankan keterbukaan dan transparansi.

Pengeluaran sekecil apapun harus dicatat, jangan sampai lupa atau menunda karena sibuk mengerjakan hal lain. Bisa-bisa timbul masalah di kemudian hari seperti penggelapan uang.

Tags:
kiat bisniskiat sukseskiat sukses berbisnismitra bisnispartner bisnistips bisnistips suksestips sukses berbisnis
%d blogger menyukai ini: