Dari Tambang Nikel hingga Tol Trans Sumatra, PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp2,2 Triliun

15 Juni 2021 09:01 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Paparan publik RUPS PT PP Presisi Tbk (PPRE) / Dok. Perseroan

JAKARTA – Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk (PPRE) berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp2,2 triliun hingga Mei 2021. Kontrak baru ini didapat dari berbagai proyek mulai dari pertambangan hingga pembangunan jalan tol.

“Terdiri atas proyek jasa tambang nikel Morowali, pembangunan Jalan Tol Cinere Jagorawi seksi 3, pembangunan jalan hauling dan stockyard Weda Bay Nickel,” ujar Direktur Utama PPRE Rully Noviandar dalam siaran pers yang diterima TrenAsia.com, Senin, 14 Juni 2021.

Selain itu, kontrak baru ini juga didapat dari readymix supply Proyek Mempawah, rekonstruksi paved shoulder taxiway Bandara Sepinggan, pembangunan jalan kereta api Makassar-Parepare, dan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra ruas Pekanbaru-Padang Seksi Padang Lubuk Alung-Sicincin.

PPRE juga akan menargetkan dapat memperoleh tambahan kontrak baru hingga lebih dari Rp1,5 triliun sampai dengan akhir 2021. Rully mengatakan pihaknya saat ini sedang menjajaki 3 prospek jasa tambang nikel.

“Saat ini kami sedang menjajaki 3 prospek di jasa tambang nikel yang berlokasi di Morowali Utara dan Halmahera yang di antaranya merupakan tambang nikel terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Perolehan kontrak baru dari sektor jasa pertambangan ini sejalan dengan strategi PPRE tahun ini yang ingin lebih mengembangkan sektor tersebut. PPRE pun menargetkan bisnis pertambangan dapat berkontribusi setidaknya 20% dari total pendapatan tahun ini.

Tidak hanya pertambangan, anak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) ini juga mengincar beberapa proyek infrastruktur sebagai kontraktor utama. Perusahaan pun optimistis dapat melebihi target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp3,7 triliun.

Dari sisi pendapatan, PP Presisi telah memperoleh pendapatan sebesar Rp665,6 miliar hingga kuartal I-2021. Ini berarti perusahaan telah mencapai 20% dari target pendapatan 2021 yang sebesar Rp3,4 triliun.

“Pencapaian tersebut dikontribusikan antara lain dari proyek Sirkuit Mandalika, Kawasan Industri Terpadu Batang, Bendungan Manikin, jalan hauling dan stockyard area Weda Bay Nickel serta jasa tambang nikel,” ujar Direktur Operasi PPRE Darwis Hamzah.

Darwis juga mengatakan pihaknya sedang melakukan kajian penyesuaian belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai lebih dari Rp600 miliar pada tahun ini. Ada pun, penyesuaian ini untuk mendukung pertumbuhan perolehan kontrak baru serta percepatan produksi.

“Penyerapan capex tersebut mayoritas akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek pekerjaan sipil dan jasa tambang. Hingga Mei 2021, capex yang telah terealisasi sebesar Rp93 miliar,” katanya. (SKO)

Berita Terkait