Dari Cisumdawu sampai Mandalika, Wijaya Karya Raup Kontrak Baru Rp9,5 Triliun

06 Juli 2021 20:00 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mendorong agar pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Jawa Barat dapat selesai pada akhir tahun ini. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA – Emiten konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah meraup kontrak baru senilai total Rp9,5 triliun hingga Juni 2021 atau semester I-2021. Ini berarti WIKA baru mencapai 23,67% dari target kontrak barunya yang sebesar Rp40,13 triliun pada 2021.

“(Selama PPKM Darurat) sektor konstruksi masuk dalam sektor kritikal, sehingga pekerjaan WIKA bisa terus berlangsung tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sehingga diharapkan pekerjaannya bisa tetap diselesaikan tepat waktu,” ujar Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya dalam akun Twitter-nya, Senin, 5 Juli 2021.

Mahendra menjelaskan perolehan kontrak baru ini didapat dari berbagai sektor. Pertama, WIKA dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggarap jalur lalu lintas Selatan Yogyakarta, Jembatan Kretek II di Bantul.

“Ya, proyek sepanjang 747,7 meter yang menghubungkan Samas-Kretek dan Kretek-Parangritis ini dipercayakan kepada WIKA oleh Kementerian PUPR,” ujar Mahendra.

Selanjutnya adalah sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur yang akan jadi salah satu pemasok utama air minum Jakarta nantinya. Proyek ini dikerjakan oleh PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur, perusahaan patungan WIKA bersama Jaya Konstruksi Manggala Pratama dan Tirta Gemah Ripah.

Dari sektor bangunan dan gedung, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini juga membangun rumah dinas TNI AD. WIKA akan membangun 1.091 unit yang tersebar di seluruh Indonesia pada 14 Komando Utama di 35 titik.

Selain itu, WIKA juga dipercaya menggarap Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 4 sepanjang 8,2 km. Tol daerah Sumedang ini ditargetkan rampung akhir 2021. Sebelumnya, WIKA juga sudah menggarap Tol Cisumdawu seksi 2.

“Untuk melengkapi Mandalika sebagai Kawasan Wisata, WIKA bersama PT PP dan PT Bunga Raya Lestari (BRL) tengah menggarap proyek Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP) Paket 1 di Lombok Tengah yang akan terintegerasi dengan Sirkuit Mandalika,” tambah Mahendra.

Terakhir, WIKA bersama 6 BUMN lain juga ditunjuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR untuk membangun 150 infrastruktur yang rusak oleh bencana pasca banjir Nusa Tenggara Timur (NTT). (RCS)

Berita Terkait