Dapat Suntikan Dana Rp 1,5 Triliun, Perusahaan Fintech Asal Hong Kong Ekspansi Bisnis ke Indonesia

TrenAsia (TA) - JAKARTA. Oriente perusahaan financial technology (fintech) yang berbasis di Hong Kong baru saja mendapatkan pendanaan seri A senilai US$ 105 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun dari Berjaya Group, JG Summit Holdings dan Sinar Mas. Dana tersebut akan dipergunakan untuk mengembangkan bisnis di Asia Tenggara terutama Indonesia dan Filipina.

Pendanaan untuk perusahaan start-up tersebut merupakan salah satu yang terbesar di Asia dan juga perusahaan fintech di dunia.

Oriente dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Business Times mengatakan dana tersebut akan dipergunakan untuk mengakselerasi pengembangan teknologi dan produk, skala operasi multi-pasar dan memperkuat solusi digital ke pasara baru dan memperluas jangkauannya di negara-negara Asia Tenggara yang pertumbuhan ekonominya paling cepat.     

Dalam beberapa bulan terakhir, Oriente telah menjalankan dua aplikasi ventura bernama Cashalo di Filipina dan Finmas di Indonesia. Pengguna smartphone di dua negara tersebut sudah dapat mendownload aplikasinya dan mengajukan pinjaman. “Dua aplikasi tersebut memberikan layanan kredit kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah,” kata Geoffrey Prentice, salah satu pendiri Oriente. 

Di Indonesia, Oriente masuk ke pasar dengan mengakuisisi 85% kepemilikan PT Orientee Mas Sejahtera, perusahaan milik Group Sinarmas, yang bergerak di bidang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi dengan merek Finmas.

Geoffrey Prentice oleh yang juga pendiri Skype mengatakan Oriente didirikan dengan prinsip inklusi dan inovasi untuk membuka akses finansial, kebebasan dan kesempatan pada pengusaha mikro dalam mendapatkan bantuan finansial yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Oriente didirikan pada tahun 2017 oleh Geoffrey Prentice, mantan kepala penawaran teknologi dan operasi LU.com Hubert Tai dan pendiri BlackPine Private Equity Lawrence Chu. Perusahaan ini memiliki sebanyak 1.200 karyawan di Hong kong, Shanghai, Singapura, Taipei, Manila, Jakarta dan Ho Chi Minh. (Hidayat, SN)