Diguyur Rp2 Triliun Tahun Depan, BTN Optimistis Pertumbuhan Kredit 12 Persen

19 Juli 2021 17:31 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR) di kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengantongi restu Komisi VI DPR RI terkait penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2 triliun pada 2022. 

Dengan disetujuinya PMN tersebut, Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu optimistis penyaluran pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan lebih masif lagi tahun depan.

“Kami bersyukur dan sangat mengapresiasi disetujuinya PMN. Bagi Bank BTN ini merupakan kabar baik untuk terus berkontribusi bagi program pembangunan sejuta rumah terutama dalam penyaluran pembiayaan rumah MBR,” kata Nixon dalam keterangan resmi, dikutip Senin 19 Juli 2021. 

Nixon menjelaskan, dana PMN akan masuk dalam program rights issue yang ditargetkan sebesar Rp5 triliun. Dia juga mengatakan, investor bakal merespons positif rights issue yang akan dilakukan perseroan.

Dengan adanya tambahan modal, ia yakin BTN dapat mencapai target pertumbuhan kredit hingga 12%. Proyeksinya, pertumbuhan kredit 2022 masih akan ditopang mayoritas dari penyaluran KPR subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai skema, termasuk FLPP atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

“Kami akan mengejar target pertumbuhan yang lebih optimal ke depan seiring dengan penyelesaian tantangan Non Performing Loan (NPL) pasca COVID-19 pada 2022,” tegasnya.

 

Berita Terkait